AWAS! Ada 5 Buah Behel Tajam di Tengah Jalan Ini Siap Mengoyak Ban Kendaraan Anda

Besi behel berdiameter 10 inchi tersebut lepas dari anyaman ikatan kawat dan keluar dari selimut cor beton

AWAS! Ada 5 Buah Behel Tajam di Tengah Jalan Ini Siap Mengoyak Ban Kendaraan Anda
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Salah satu kendaraan sepeda motor yang melintasi di Jalan Merdeka depan eks Pasar Ganefo Kecamatan Kota Kayuagung OKI, berusaha menghindari ujung besi behel yang membahayakan ban kendaraan, Selasa (16/1/2018). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Mat Bodok

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Kendaraan roda dua berupa sepeda motor maupun roda empat harus ekstra hati-hati melintas di Jalan Merdeka menuju seberang Jembatan Kuta Raya Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), persisnya di eks Pasar Ganefo.

Sebab di kawasan ini ada 5 ujung besi behel tajam yang keluar, muncul di badan jalan yang membahayakan ban roda kendaraan.

Besi behel berdiameter 10 inchi tersebut lepas dari anyaman ikatan kawat dan keluar dari selimut cor beton, karena jalan tampal sulam yang dikerjakan dua bulan yang lalu, kini sudah kembali rusak, retak-retak dan bergelombang.

Maka itu, pengendara yang melintas di Jalan Merdeka Kecamatan Kayuagung, di bagian sisi kiri menuju jembatan Kuta Raya membahayakan kendaraan khususnya sepeda motor yang bisa menyebabkan kendaraan terbalik.

"Ujung besi behel ini tajam dan bisa membuat celaka kendaraan yang melintas, kalau sampai dibiarkan begitu saja," kata Andi Wijaya (43) warga Kelurahan Paku, Selasa (16/1/2018) yang mengharapkan pihak dari perusahaan harus cepat tanggap sebelum ada korban jiwa.

Karena kerusakan jalan di dalam kota Kayuagung disebabkan angkutan kendaraaan bertonase tinggi sehingga jalan kabupaten tak mampu menahan beban sampai mengakibatkan kerusakan sepanjang jalan.

Tak hanya itu, kata Andi, tumpukan batu besar dan kecil di badan jalan juga membahayakan pengendara sepeda motor.

"Sekarang ini banyak batu berceceran di badan jalan protokol maupun di sepanjang jalan yang dilalui kendaraaan angkutan barang.

Ini semua tidak ada kontrol dari pemerintah, sehingga jalan berdebu dan berkerikil,” ungkap Andi.

Halaman
12
Penulis: Mat Bodok
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved