Breaking News:

Berjualan Kembang Gula tidak Semanis Rasanya

Jika beruntung ia dapat mengantongi pengahasilan Rp 30.000,- dalam sekali berjualan. Itu pun jika keseluruhan jualannya laku.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Yani saat melayani pembeli arum manis (Kembang Gula) yang dijualnya di pelataran Benteng Kuto Besak, Palembang Rabu Sore (03/01). 

MEMULAI berjualan kembang gula atau yang lebih dikenal dengan arum manis di sore hari di kawasan Benteng Kuto Besak, Palembang, Yani tak lantas mendapat keuntungan yang banyak.

Apalagi jika hujan turun atau mendung, ia harus pulang dengan tangan hampa. Belum lagi jika dagangannya basah maka ia harus mengganti dagangannya tersebut.

"Musim liburan banyak yang beli. Kalo hujan ya nggak laku. Apalagi sampai basah ya ganti karena ini ambil dari orang juga," ujarnya.

Yani mengaku bahwa arum manis yang dijajakannya tersebut adalah titipan dari produsen yang ia ambil dari kawasan rumah susun. Jika tidak habis atau rusak maka harus dikembalikan.

Keuntungan yang didapatnya tidaklah banyak. Per kemasan hanya mendapat untung Rp 2000,- saja, "untungnya tidak banyak. Satunya untung dua ribu," lanjutnya.

Jika beruntung ia dapat mengantongi pengahasilan sebesar Rp 30.000,- dalam sekali berjualan. Itu pun jika keseluruhan jualannya laku.

Meski penghasilan yang didapatnya tidak seberapa Yani mengaku tetap bersyukur karena bisa membantu perekonomian keluarga.

Namun, dii sisi lain Yani harus bersedih jika tak satu pun jualannnya laku walaupun sedang ramai karena para pengunjung lebih memilih makanan modern.

"sedih juga kadang kalau nggak laku. Pembeli lebih suka makanan lain, makanan modern." ujarnya sambil menunjuk gerai makanan tak jauh dari tempatnya membuka lapak.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved