Hujan, Masyarakat Sekayu Pilih Diam di Rumah Malam Pergantian Tahun

Sampai menjelang malam pergantian tahun dari tahun 2017 ke 2018 hujan gerimis masih membasahi Bumi Serasan Sekate.

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/FAJERI
Kondisi Kota Sekayu yang diguyur hujan cukup lebat menyebabkan sepi pengunjung. 

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Akibat hujan yang cukup lebat yang mengguyur Kota Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) suasana malam tahun baru di Gelanggang Remaja Sekayu, Minggu (31/12) malam tidak seramai biasanya.

Sebagian masyarakat lebih memilih berdiam diri di rumah dari pada keluar.

Dari pantauan di lapangan, hujan yang mengguyur Sekayu sekitar pukul 18.30 WIB dengan intensitas cukup lebat bertahan sampai beberapa jam.

Bahkan sampai menjelang malam pergantian tahun dari tahun 2017 ke 2018 hujan gerimis masih membasahi Bumi Serasan Sekate.

Akibatnya masyarakat lebih berdiam diri di rumah ketimbang keluar dalam keadaan hujan. Namun, ditengah hujan yang mengguyur masih ada masyarakat yang tetap merayakan tahun baru diluar rumah dengan menonton Pesta Rakyat yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Ada juga masyarakat yang berkunjung ke Pasar Malam yang sudah ada dua minggu sebelumnya, namun pengunjung tidak bergitu banyak disebabkan hujan.

"Wah hujan kak, pulang dulu basah gale baju ikak. Lemak maen percon di rumah bae," kata Putu masyarakat Sekayu yang kehujunan.

Sementara, Indra warga Simpang Teladan, mengungkapkan bahwa ia bersama keluarga tetap bertahan diluar karena sekalian berbelanja di Pasar malam.

Selain itu ia menyempatkan diri untuk menonton pesta rakyat bersama anaknya.

menurutnya tahun ini cukup sepi.

"Tahun ini cukup sepi, mungkin karena hujan ini. Tapi masih ramai juga yang belanja dan menonton pesta rakyat," ungkap Indra.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved