Perhatikan Gizi, Awasi Ancaman Stunting

Kurang gizi atau stunting yang didapatkan oleh balita terjadi karena asupan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan.

Penulis: Wahyu Kurniawan | Editor: Ahmad Sadam Husen
SRIPOKU.COM/WAHYU KURNIAWAN
Fery Fahrizal saat menjelaskan kepada peserta sosilisasi Stunting di kantor NU Sumsel, Minggu (23/12/2017) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Sebanyak 22,8 persen balita yang ada di Sumsel mengalami Stunting.

Hasil ini didapatkan dari hasil survei yang dilakukan pada tahun 2017.

Untuk kasus kurang gizi pada balita Sumsel paling banyak ditemukan di Kabupaten Muratara.

Kurang gizi atau stunting yang didapatkan oleh balita terjadi karena asupan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan.

Biasanya balita yang terkena stunting berusia diumur nol hingga dua tahun.

===

Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Fery Fahrizal, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel saat menghadiri Maulid Nabi dan Sosialisasi Stunting di Kantor Pusat Fatayat NU wilayah Sumsel, Minggu (23/12/2017).

"Untuk tingkat Stunting di Sumsel sebesar 22,8 persen, dan yang paling banyak di wilayah Muratara,"jelasnya.

===

Untuk mengetahui balita tersebut kurang gizi ialah saat dilahirkan dan diukur berat badan, panjang, serta umur.

Stunting mempengaruhi anak yang berumur tujuh sampai delapan tahun,  mulai dari sel otak (kecerdasan), kekebalan tubuh dan ketebalan tubuh .

Pemerintah pun menyediakan pil darah untuk ibu hamil yangisa didapatkan di Puskesmas, Bidan, dan Rumah sakit secara gratis untuk menangani Stunting.

Ia mengungkapkan, sosialisasi dan pencegahan sudah dilaksanakan mulai dari mengajak masyarakat makan-makanan yang bergizi dan memberikan pil darah untuk ibu hamil serta mengawasi gizi ibu hamil.

"Kita mengajak masyarakat untuk saling menjaga gizi dan mengawasi,"ujarnya.

===

Di sisi lain, Ketua Fatayat NU Sumsel, Tima Andarsih, mengharapkan para ibu muda untuk memahami apa itu Stunting serta cara mendidik anak dan memberikan gizi saat anak saat kehamilan.

"Kami mengajak ibu muda untuk memahami stunting dan memberikan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan balita," lengkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved