Breaking News:

PAD Lelang Lebak Lebung Kabupaten Ogan Ilir Tembus Rp 1.468 Miliar

Semula pihak Dinas Perikanan Pemerintah Daerah Kabupaten Ogan Ilir (OI) menargetkan angka Rp 1.460 miliar.

Penulis: Beri Supriyadi | Editor: Sudarwan
PAD Lelang Lebak Lebung Kabupaten Ogan Ilir Tembus Rp 1.468 Miliar
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Ilustrasi: Anggota KMMS saat melakukan casting bersama di rawa lebak lebung Desa Tanjung Putus Indralaya Ogan Ilir, Sumsel.

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Beri Supriyadi

SRIPOKU.COM, INDERALAYA - Pendapatan Alokasi Daerah (PAD) yang bersumber dari lelang lebak lebung atau lelang objek sumber daya perikanan (OSDP) tahap kedua yang diakhiri pada Selasa (12/12/2017) lalu, menembus angka Rp 1.468 miliar.

Pencapaian tersebut tentu saja di luar target yang dicapai.

Semula pihak Dinas Perikanan Pemerintah Daerah Kabupaten Ogan Ilir (OI) menargetkan angka Rp 1.460 miliar.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten OI, Hasan Heri, Jumat (15/12/2017).

Menurut Hasan Heri, dari 15 kecamatan yang menyelenggarakan lelang objek sumber daya perikanan tertinggi di Kecamatan Rambang Kuang dengan hasil lelang berjumlah Rp 470 juta sedangkan kecamatan yang terendah pendapatan hasil lelangnya yakni Kecamatan Rantau Alai.

"Lelang dilakukan selama dua tahap pada tanggal 5-14 Desember lalu.

Hal ini dilakukan dengan pertimbangan banyak masyarakat yang belum tahu, harga yang terlalu mahal pada tahap satu dapat dikurangi harganya pada lelang kedua.

Pelelangan yang diselenggarakan mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat, hal terlihat dari PAD dan banyaknya jumlah peserta lelang yang mencapai lebih dari 250 peserta," tutur Hasan Heri.

Ia menjelaskan, jumlah titik objek sumber daya perikanan di Kabupaten OI berjumlah 367 lokasi dengan rincian 200 sudah laku dan sisanya 167 belum laku.

Belum terjualnya objek perikanan tersebut karenanya berbagai faktor mulai dari lokasi yang tidak menghasilkan secara maksimal hingga lebung yang sudah beralih fungsi menjadi perkebunan warga.

"Oleh karena itu, kita akan terus mendata objek sumber daya perikanan dengan seoptimal mungkin untuk meningkatkan PAD di Kabupaten OI," jelasnya sambil melihat data hasil lelang.

Sedangkan untuk hasil lelangnya, Kabid perikanan tangkap menerangkan sesuai dengan peraturan bupati nomor 31 tahun 2017 tentang kewenangan hak asal usul dan kewenangan berskala desa pembagian hasilnya 30 persen dari harga lelang kembali kepada Desa yang memiliki objek sumber daya perikanan dan kompensasi tersebut baru akan diberikan pada tahun 2018 mendatang.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved