Goyangannya Bikin Mual dan Pusing. Tapi Nikmat
Goyangan yang bikin nikmat itu bikin banyak orang ketagihan. Saat hari libur orang rela antre
Penulis: Jati Purwanti | Editor: Sudarwan
Laporan wartawan Sriwijaya Post, Jati Purwanti
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Selain Jembatan Ampera dan Pasar 16 Ilir, ada satu tempat yang sayang untuk dilewatkan jika berkunjung ke kota Palembang yakni 'Warung Terapung'.
Warung terapung ini terletak di tengah-tengah kawasan Benteng Kuto Besak Palembang. Tidak jauh dari Tugu Iwak Belido.
Warung terapung ini menjual beraneka macam makanan khas Palembang seperti aneka pempek, model, tekwan, dan makanan ringan lainnya.
Tempat ini buka dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.
Pengunjung mulai ramai pada sore sekitar pukul 16.00 WIB hingga malam pukul 22.00 WIB.
Ada sensasi yang berbeda ketika makan di warung terapung ini.
Mulai dari semilir angin yang menerpa hingga sensasi berguncang saat ombak Sungai Musi mengguncang perahu.
Menurut Desi Siska (20) salah satu wisatawan asal Tanjung Karang, ia merasakan sedikit mual dan pusing saat berada di atas warung terapung namun ia menyukainya.
"Pas di atas warung agak mual dan pusing tapi nikmat. Sensasinya beda," ujarnya.
Desi dan pengunjung lainnya yang tampak menikmati makanan yang dijual meski harus merasakan sensasi yang berbeda saat berada di atas warung terapung.
Harga makanan yang ditawarkan pun relatif murah.
Untuk pempek dan berbagai gorengan harganya Rp 1.000,-/buah sedangkan harga model dan tekwan cukup hanya Rp 7.000,-/porsi.
Dalam satu hari warung ini dapat menghabiskan 200 porsi model dan takwan serta gorengan dan pempek 300 buah.
Jika Anda datang pada hari biasa warung ini tidak terlalu ramai namun jika akhir pekan atau libur panjang bersiap-siaplah untuk mengantre.
Hal ini dibenarkan oleh pemilik warung terapung, Sri (43).
"Kalau sabtu minggu atau hari libur ramai. Pengunjung harus antre," jawabnya seraya tersenyum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/warung-terapung-di-tepi-sungai-musi-kawasan-benteng-kuto-besak-palembang_20171213_115102.jpg)