Panas! Gunakan 10 Bus Pedagang Pasar Cinde Serbu Walikota Palembang. Mereka Tuntut Ini

Bahkan demi bisa menyampaikan aspirasi langsung kepada Walikota, diantara mereka rela tidak berjualan.

Panas! Gunakan 10 Bus Pedagang Pasar Cinde Serbu Walikota Palembang. Mereka Tuntut Ini
SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH
Pedagang Cinde akan berangkat menggunakan bus,  Senin 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - 1Sebanyak 500 pedagang pasar Cinde akan melakukan  aksi damai ke kantor Walikota Palembang,  Senin (11/12) di Jalan Merdeka Palembang. 

Tidak tanggung tanggung ada 10 bus yang mengangkut pedagang dari Pasar Cinde menuju Kantor Walikota Palembang. 

Mereka akan menyampaikan tuntutan supaya pasar segera dibangun.  Sehingga pedagang bisa berdagang dengan nyaman.  

Bahkan demi bisa menyampaikan aspirasi langsung kepada Walikota,  diantara mereka rela tidak berjualan.  Dan beberapa tetap jualan namun hanya sampai pukul 10.00 saja.  

 "Besok kita bergerak dari pasar cinde pukul 10.00 menuju ke kantor Walikota,  kita sudah tunggu beberapa bulan ini masih tak ada kejelasan,  maka kita temui Walikota menanyakan perihal pembangunan,"kata salah seorang pedagang Kalam,  Minggu (10/12) saat dihubungi.  

Pedagang Cinde akan berangkat menggunakan bus,  Senin
Pedagang Cinde akan berangkat menggunakan bus,  Senin (SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH)

Kalam mengatakan,  pedagang akan memberikan waktu kepada pemerintah kota Palembang selama dua pekan.  Jika dalam waktu itu masih juga tak ada kejelasan maka pedagang akan bongkar sendiri pasar.  

"Kami akan bongkar sendiri pasar,  karena pasar tak memungkinkan lagi,  khawatir kami terlalu lama menempati tempat sementara, "katanya.  

Perihal kenapa aksi pedagang ditujukan kepada Walikota Palembang,  karena menurut dia,  pemkotlah yang menyuruh mereka meninggalkan lokasi lama untuk menempati tempat relokasi.  

"Dulu kalau tak ada permintaan dari pemerintah kita tak akan pindah.  Terus kenapa ketika kita sudah pindah justru pembangunan stagnan, "katanya.

Pedagang kata dia,  sudah terlalu lama menunggu kepastian,  namun hingga kini tak kunjung ada kepastian itu.  Padahal mereka sudah enam bulan direlokasi.  

Bukan tanpa resiko jualan di lokasi relokasi.  Karena omzet mereka turun drastis.  Oleh karena itulah mereka menuntut secepatnya Dibangun pasar.  

"Kita punya anak istri untuk dinafkahi,  sedangkan kita sudah tak ada pemasukan yang layak lagi karena omzet pada turun, "katanya. 

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Candra Okta Della
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved