Belum Terima Upah, Pengedar Sabu Ini Keburu Ditangkap Polisi Undercover Buy

Saya dapat uang 10 juta kalau sudah selesai mengantarkan paket, tapi sampai sekarang uang tersebut belum saya dapatkan

Belum Terima Upah, Pengedar Sabu Ini Keburu Ditangkap Polisi Undercover Buy
SRIPOKU.COM/PANJI MAULANA
AM dan Sa, tersangka pengedar sabu, diamankan Tim Satuan Tugas (Satgas) Direktorat Narkoba Polda Sumsel 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Panji Maulana

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tim Satuan Tugas (Satgas) Direktorat Narkoba Polda Sumsel berhasil menangkap empat tersangka dari tiga kasus peredaran narkoba yang terjadi dalam satu bulan terakhir.

Salah seorang tersangka berasal dari OKU Selatan.

Dari penangkapan itu polisi mengamankan barang bukti 400 gram sabu, 20 gram sabu, 1000 butir pil ekstasi dan senjata api rakitan (senpira).

Barang bukti sabu dan senjata api diamankan Tim Satuan Tugas (Satgas) Direktorat Narkoba Polda Sumsel
Barang bukti sabu dan senjata api diamankan Tim Satuan Tugas (Satgas) Direktorat Narkoba Polda Sumsel (SRIPOKU.COM/PANJI MAULANA)

Salah seorang tersangka, AM, warga Jalan Radial Rumah Susun Blok 38 RT 01 RW 01 Kelurahan 26 Ilir Kecamatan Bukit Kecil Palembang ini dinyatakan bersalah akibat kepemilikan 4 paket besar narkotika jenis sabu seberat bruto 400 gram atau seharga Rp 380 juta.

Tersangka pengedar sabu diamankan Tim Satuan Tugas (Satgas) Direktorat Narkoba Polda Sumsel
Tersangka pengedar sabu diamankan Tim Satuan Tugas (Satgas) Direktorat Narkoba Polda Sumsel (SRIPOKU.COM/PANJI MAULANA)

AM dalam melakukan aksinya ditemani Sa, warga Jalan Pangeran Sido Ing Lautan Lorong Bunga Tanjung Kelurahan 35 Ilir Kecamatan Ilir Barat II Palembang.

Mereka berdua ditangkap pada hari Jumat 17 November 2017 lalu pada pukul 16.00 WIB di Jalan Bridjen HM Dhani Efendi atau tepatnya di seberang jalan Hotel GRand Duta Kelurahan 24 Ilir Kecamatan Ilir Barat I Palembang saat melakukan transaksi dengan petugas yang melakukan penyamaran (undercover buy).

Alhasil, mereka berdua ditangkap beserta barang bukti dibawa ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

AM yang berprofesi sebagai sopir angkot Bukit Besar ini mengaku mendapatkan upah sebesar Rp 10 juta untuk satu kali pengiriman paket.

"Saya dapat uang 10 juta kalau sudah selesai mengantarkan paket. Tapi sampai sekarang uang tersebut belum saya dapatkan," ungkap AM.

Sa yang merupakan rekan AM saat melakukan pengiriman merupakan seorang tukang ojek pangkalan, mengelak saat ditanyai alasannya membantu AM.

"Saya baru kenal Agus, dia minta antar, ya saya antar," ujar Sa.

Mereka dikenakan Pasal 114 (2) jo Pasal 132 (1) Subsider 112 (2) jo pasal 132 (1) UU RI No 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara 6 sampai dengan 20 tahun atau pidana seumur hidup.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved