BPOM Sumsel Temukan Produk Kosmetik Diduga Ilegal dan Palsu Beredar di Kayuagung

Kehadiran wartawan sempat dicegah oleh pihak tim BPOM dan dilarang oleh salah seorang petugas yang mengaku, anggota Polda Sumsel.

BPOM Sumsel Temukan Produk Kosmetik Diduga Ilegal dan Palsu Beredar di Kayuagung
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Tim BPOM Provinsi Sumsel didampingi anggota Polda Sumsel dan Sat Pol PP memeriksa produk kosmetik yang diduga ilegal atau palsu yang beredar di Pasar Shoping Kayuagung OKI, Rabu (29/11/2017). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Mat Bodok

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sumatera Selatan (Sumsel) didampingi Satpol PP dan anggota Polda Sumsel menggeledah petak los di Pasar Shoping Kayuagung, yang diduga berjual produk kosmetik palsu yang berbahaya, Rabu (29/11/2017).

Penggeledaan ini, bukan tak beralasan karena sudah sejak lama toko petak los yang berada di belakang shoping dilakukan pengintaian dan tim sempat membeli barang jualan beragam produk kosmetik dan bahan kecantikan lainnya.

Kosmetik itu, dicek satu per satu hingga barang-barang diturunkan di lantai depan teras sehingga mengganggu pejalan kaki yang melintas di depan toko.

Pihak tim BPOM tak mempedulikan hal itu.

Mereka melihat dan mencocokan nama barang yang palsu dan tidaknya di layar handphone yang telah disimpan.

Kosmetik yang dijual oleh Yusuf, warga Sungai Pinang tersebut kemudian diamankan karena diduga ilegal dan palsu.

Barang-barang tersebut dimasukan di dalam lima kardus dan diangkut ke Pos Pol Pasar Kayuagung guna dicatat satu per satu jenis kosmetik.

Kehadiran wartawan sempat dicegah oleh pihak tim BPOM dan dilarang oleh salah seorang petugas yang mengaku, anggota Polda Sumsel.

"Tolong jangan difoto apalagi video. Matikanlah sebelum aku matikan sendiri," ucap anggota tersebut seraya ditimpal oleh ibu-ibu BPOM yang belum mau diwawancarai karena menurutnya masih dalam proses pemeriksaan.

Petugas BPOM juga ketika diminta untuk menyebutkan bahan produk kosmetik yang diduga palsu juga tak mau menyebutkan.

"Nanti kami masih kerja," ujar perempuan berjilbab yang tampak cemas dengan kehadiran wartawan tanpa diundang.

"Siapa yang ngajak wartawan," tanyanya pada rekan lainnya.

Pemilik toko, Yusuf, hanya terdiam dan hanya sekali-kali melirik ke arah barang yang diamankan petugas.

Yusuf juga tak banyak bicara ketika ditanya mengenai harga apalagi tempat membeli produk kosmetik yang diduga palsu dan ilegal itu.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved