Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Palembang Baru Bisa Menerangi 50 Rumah Selama Satu Jam Saja

"Saat ini pembangkit listrik tenaga sampah ini hanya mampu mencover 50 rumah dengan kapasitas 50 KV," ujarnya.

Penulis: Siti Olisa | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ/DOKUMEN
Warga memerhatikan mesin pengolahan gas metan dari tumpukan sampah TPA Sukawinatan. Foto diambil beberapa waktu lalu. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pembangkit listrik tenaga sampah yang digadang-gadang bisa mencover ribuan rumah warga belum dapat terealisasi.

Pasalnya kondisi gas metan didalam sampah masih kurang untuk pembangkit listrik tenaga sampah.

Untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Kota Palembang, melalui PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) harus membuat sumur baru untuk mencukupi kebutuhan gas metan yang diperlukan.

Dirut SP2J Kota Palembang, Ahmad Novan melalui Direktur Operasional SP2J Kota Palembang, Anthony Rais mengatakan, dari 50 sumur yang dibangun hanya ada 26 sumur yang mengandung gas metan.

"Saat ini pembangkit listrik tenaga sampah ini hanya mampu mencover 50 rumah dengan kapasitas 50 KV," ujarnya.

Anthony mengatakan untuk memenuhi permintaan PLN paling tidak harus mempunyai kapasitas 300 KV.

"Saat ini kami baru mampu memenuhi 10 persennya dari permintaan PLN. Paling tidak harus memenuhi 70 persen sekitar 300 KV," ujarnya.

Dengan daya yang dihasilkan saat ini, listrik mampu hidup hanya setengah jam sampai satu jam saja. Untuk melanjutkan program ini, pihaknya sudah mengajukan untuk membangun 50 sumur lagi ke Kementerian ESDM.

"Kami kembali minta bantuan lagi ke Kementerian ESDM, pembangunan satu sumur sebesar Rp 25 juta, kedalamannya bervariasi mulai dari 15 meter sampai 25 meter. Dananya tidak sedikit untuk membangun sumur ini," ujarnya.

Saat semuannya siap, Anthony menabahkan pihaknya akan menjual inovasi ini ke pihak PLN. Namun harus memenuhi atau mengcover 400 rumah, atau paling tidak 300 rumah.

"Dalam waktu dekat kita juga akan kerja sama dengan PLN, kita akan jual energinya ke PLN hanya memang belum ada harganya saat ini. Jika disetujui PLN, kami akan lakukan komisioning / menghidupkan mesin, baru kita COD. Sebelum 2018 PLTSa sudah hidup, sehingga setengah mega watt itu bisa menerangi 400 KK," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved