Guru SIT Tuncen Baturaja Tingkatkan Wawasan Bersama Islamic Eduneuro
Untuk menuju pendidikan berkarakter dibutuhkan kemampuan mengorganisir dan problem solving serta kreatif dan memiliki seni dalam mendidik.
Penulis: Leni Juwita | Editor: Sudarwan
Laporan wartawan Sriwijaya Post, Leni Juwita
SRIPOKU.COM, BATURAJA - Untuk memperoleh pencapaian hasil pembelajaran yang optimal SIT Tuncen (Sekolah Islam Tunas Cendikia) Baturaja terus menambah wawasan.
Kali ini mengundang Tim Islamic Eduneuro, Tim Layanan Eduneuro Pendidikan Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan shharing ilmu setrategi jitu dalam proses belajar mengajar.
Hal itu dikatakan Ketua Yayasan Insan Cendikia Akhmad Taufiqurrahman Amd kepada Sripoku.com, Jumat (17/11/2017).
Menurut Taufiq, untuk menuju pendidikan berkarakter dibutuhkan kemampuan mengorganisir dan problem solving serta kreatif dan memiliki seni dalam mendidik.
Itulah sebabnya guru dan murid harus terus ditingkatkan wawasan agar hasil pembelajaran menjadi optimal.
Menjadi guru yang profesioanl dengan memiliki kemampuan intelektual yang memadai, kemampuan memahami visi dan misi pendidikan, keahlian mentrasfer ilmu pengetahuan atau metodelogi pembelajaran.
Memahami konsep perkembangan anak/psikologi perkembangan, kemampuan mengorganisir dan problem solving serta kreatif dan memiliki seni dalam mendidik.
Di sisi lain, anak didik juga harus dimotivasi agar siap belajar dan mampu menerima materi dari guru sesuai dengan usianya.
"Kita menstimulus, agar otak anak lebih siap menerima pelajar," kata pria yang juga menjabat Direktur SIT Tuncen ini seraya menambahkan hasilnya akan dilihat 3 bulan kedepan dan programnya berkelanjutan.
Sementara itu pembicara dari Tim Islamic Eduneuro dengan Tim Layanan Eduneuro Pendidikan Prabumulih Sumatra Selatan yang disampaikan Sumarti M Tohir menjelaskan, workshop Islamic Eduneuro Neurosains Terapan diikuti guru mulai dari KB (kelompok bermian) hingga Guru SLTP.
Acara terdiri dari 4 sesi meliputi perkembangan fungsi otak untuk kesiapan belajar, Mengajarkan Islam sesuai dengan perkembangan berpikir, praktik stimulasi Alfabet Engram Kinestetik dan pada sesi terakhir dirancang integrasi stimulasi pada pembelajaran.
Islamic Eduneuro adalah pendekatan pembelajaran Islam berdasarkan perkembangan berpikir.
Dimulai dari proses identifikasi terhadap ilmu Islam yang wajib pada usia 0 sd 8 tahun, lalu amal islam yang berisi amalan sunnah dan rukhsah pada usia 8 sd 15 tahun.
Pada saat ini ada belajar untuk memanggil kembali pemahamannya dikaitkan dengan kehidupan nyata.
Saat inilah anak belajar tentang amal ibadah yang sesuai dengan kondisi.
Anak belajar untuk beradaptasi. Pada tahap alamiah anak akan menjadi orang dewasa yang mampu berkontribusi dengan kehidupam nyata dalam bingkai nilai-nilai Islam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/guru-sit-tunas-cendikia-baturaja_20171117_125625.jpg)