Ibunya Jadi Pembantu, Anak Ini Dipaksa Makan di Toilet. Lihat Sosis Itu Majikannya Malah Lakukan Ini

Dia kerja di rumah tersebut dari pagi hingga petang hari dan pulang di malam hari, melewati hari-hari bersama dengan putranya yang berusia 4 tahun.

Ilustrasi 

Tuan rumah menganggukkan kepalanya sambil menahan linangan air mata, ia tersenyum ceria di hadapan anak itu, dan dia pun tak perlu bertanya lebih lanjut lagi.

Sang tuan rumah kemudian memutuskan makan bersama anak itu.

Dan detik itu juga, ia teringat akan pengalaman yang dilalui bersama orangtuanya saat datang ke New York.

Ketika itu, mereka sangat miskin, dan pernah mengalami masa-masa yang sangat getir.

Sang tuan rumah lalu kembali ke ruang utama pesta dan mengumumkan kepada para tamu undangannya, bahwa ia harus menemani seorang tamu spesial, sehingga tidak bisa berpesta bersama-sama dengan mereka.

pesta
pesta ()

Setelah selesai bicara, ia membawa piring yang penuh dengan makanan kesukaan anak itu ke dalam kamar mandi.

Sang tuan meniru cara makan si bocah, ia letakkan di atas dudukan closet, duduk di lantai bersama dengan anak ini dan berkata : “Sayang sekali bila makanan seenak dan ruangan senyaman ini hanya dinikmatimu seorang diri…ayo, kita nikmati bersama.”

Tuan rumah dan bocah itu makan bersama sambil bernyanyi, mereka juga mengobrol tentang banyak hal.

Tuannya meyakinkan anak berusia 4 tahun ini, bahwa ibunya adalah orang yang paling rajin dan tabah di dunia, ibu yang paling hebat!

Ia bukan saja harus bangga terhadap ibunya, tapi, setelah beranjak dewasa pun juga harus berbakti kepadanya.

Dan sampai detik ini, si bocah belum tahu kalau ibunya hanyalah seorang pembantu rumah tangga.

Tuan rumah tidak kembali lagi ke ruang pesta setelah mengambil dua piring penuh makanan, tamu-tamunya yang merasa heran lalu mencarinya.

Dan ternyata sang tuan rumah sedang duduk di lantai bersama dengan anak itu, mereka duduk di atas lantai sambil makan, terlihat seperti ayah dan anak yang sedang berkumpul.

Para tamunya yang merupakan kalangan jetset yang melihat pemandangan itu pun terkejut.

ilustrasi
ilustrasi ()

Mereka pun ikut masuk dan duduk di dalam, hingga kamar mandi menjadi penuh.

Mereka bersama-sama bernyanyi untuk anak itu, sebagai ungkapan doa baginya, dan hal ini membuat si anak yakin bahwa ibunya adalah sosok orang yang patut dihormati, dan ia sendiri adalah anak yang paling bahagia di dunia!

Beberapa tahun kemudian, setelah anak itu tumbuh dewasa, bukan saja telah memiliki bidang usaha sendiri, tapi ia juga membeli rumah yang memiliki banyak kamar mandi di dalamnya,

Setelah terjun ke masyarakat, ia memberi sumbangan tanpa nama kepada fakir miskin setiap tahun, dan ia juga tidak pernah menerima wawancara atau mempublikasikannya ke media masa.

Dia mengatakan kepada teman-temannya yang tidak mengerti :

“Saya tidak akan pernah lupa, pada suatu hari beberapa tahun yang lalu, ada seorang hartawan dan banyak orang-orang dari kalangan jetset telah melindungi harga diri seorang bocah usia empat tahun dengan ketulusan dan hati nurani mereka.”

Memberi jauh lebih membahagiakan daripada menerima. Benar-benar tersentuh dengan tindakan hartawan itu, ia rela melepaskan figurnya sebagai sosok yang dihormati demi melindungi harkat diri anak itu.

Yang membuat seseorang dihormati bukan karena kaya atau tidak, tapi rela berkorban untuk orang lain.

Sekeping hati yang tulus menunjukkan perhatian dan memikirkan perasaan anak-anak, bisa mengubah nasib dan masa depan anak itu, dan membuat orang-orang bisa melihat sisi indah dari sifat manusia.

Tags
Pembantu
Penulis: Candra Okta Della
Editor: Candra Okta Della
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved