Warga Khawatir Timbunan Jaringan Gas di Pendopo PALI tidak Standar Bisa Membahayakan

Sejumlah warga Pendopo, PALI mengkhawatirkan penutupan pipa Jaringan Gas (JarGas) induk yang diduga tidak standar safety.

Warga Khawatir Timbunan Jaringan Gas di Pendopo PALI tidak Standar Bisa Membahayakan
TRIBUNSUMSEL/ARI WIBOWO
Warga menunjukkan batako penimbunan pipa JarGas induk yang sudah pecah, di Jalan Telekom Pendopo. 

SRIPOKU.COM, PALI - Sejumlah warga Pendopo, PALI mengkhawatirkan penutupan pipa Jaringan Gas (JarGas) induk yang diduga tidak standar safety (keamanan) dan mengancam keselamatan warga lainnya.

Warga menganggap penutup pipa JarGas induk dengan batako tidak standar itu akan berdampak pada ketahanan pipa JarGas.

Seperti yang dikatakan Vian menurutnya standar batako penutupan pipa JarGas K 225 dan diuji di laboratorium Unsri Indralaya.

Namun, fakta di lapangan batako ukuran panjang sekitar 40 sentimeter dan lebar 20 senti meter dan tebal 3 sentimeter itu, patut dipertanyakan.

Melihat kondisi batako yang ada bertulis Ditjen Migas itu, mudah pecah serta tidak ada serat dari batu krikil.

"Standar batako k 225, tapi ini kita lihat sendiri fakta di lapangan banyak batako pecah dan mudah gompel, kalau saya perhatikan in banyak pasirnya dari pada semen," ujar Vian warga Talang Ojan, ketika dijumpai awak media melihat kondisi penggalian dan penimbunan pipa JarGas induk di Jalan Telekom Baru, Pendopo, Minggu(29/10/2017).

Vian meminta agar Direktorat Jenderal (Ditjen) Migas untuk mengawasi pembangun JarGas di Pendopo, PALI khususnya PT PMU selaku pelaksana JarGas di Pendopo PALI.

"Kami minta penimbunan pipa JarGas induk yang sudah ditutup dengan batako kurang standar agar bongkar, seharusnya standar penimbunan pipa JarGas yang sudah digali melalui tahapan yang standar safety, seperti dibawa pipa di atas pipa pakai pasir lalu pakai batako standar kemudian ditimbun tanah bekas galian," ujarnya.

Menurut Vian, penimbunan pipa JarGas kurang standar bisa mengancam keselamatan warga, khususnya rumah warga yang berdekat dengan galian pipa JarGas.

"Kalau penutupan tidak sesuai standar, maka sewaktu-waktu pipa JarGas bocor oleh benda asing atau pipa cepat kropos karena penutupan tidak safety dan bisa meledak serta mengancam keselamatan warga lainnya," jelas Vian.

Pihak PT PMU selaku pelaksana pembangunan JarGas di PALI belum ada jawaban.

Sedangkan Stakeholder LR Pertagas Niaga Pertamina, Ratna ia tidak banyak berkomentar lebih jauh karena JarGas itu belum diserah terima oleh Pertagas Niaga Pertamina. Dia memberikan nomor yang bisa menjelaskan terkait pembangunan JarGas.

Penulis: wartawan
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved