Ternyata Para Profesor dan Guru Besar Unsri Pintar Ngebanyol di Hari Dies Natalis Ini Faktanya
"Budaya itu merupakan identitas bangsa, maka harus terus kita lestarikan. Kami berharap Dul Muluk bisa mendunia nantinya," harap Rita.
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM -- Jika biasanya para profesor, guru besar dan dosen menjadi momok menakutkan saat mengajar, berbeda halnya ketika para pendidik ini tampil memerankan karakter lakon Dulmuluk di Graha Unsri Bukit Besar Palembang Sabtu (28/10/2017) malam.
Dengan dandanan unik disertai make up supertebal, ketika memasuki panggung para tamu undangan pun langsung bersorak gembira disertai tepuk tangan melihat para guru besar tampil layaknya komedian.
Penampilan kocak dari mantan Rektor, Unsri Badia Perizade cs mampu membuat mahasiswanya tertawa terpingkal-pingkal.
Lewat lawakan naturalnya para guru besar ini membanyol ala wong Palembang dengan judul sketsa berjudul Sultan Abdul Muluk.
Kendati Dul Muluk merupakan pertunjukkan sejak Kerajaan Sriwijaya, namun penampilan dalam rangka memperingati Dies Natalis Unsri ke-57 ini para pelakon sesekali melawak mengenai isu atau kejadian yang tengah dialami Sumsel.
Mulai dari perkembangan pembangunan LRT hingga Asian Games ditampilkan di atas pentas.
Ketua pelaksana, Dr Rita Indrawati mengaku sangat takjub akan peran yang dilakoni para guru besar tersebut dapat membuat suasana menjadi sangat hidup.
Mereka tampil memukau lewat arahan Sutrada Prof Nurhayati kendati hanya berlatih selama dua kali sebelum mentas.
"Mengumpulkan para guru besar ini sangat sulit karena kesibukan mereka, tapi hasilnya alhamdulilah sangat memuaskan. Padahal latihan hanya dua kali," ujarnya.
Ia mengungkapkan, sajian lakon Dul Muluk merupakan puncak acara Unsri dalam merayakan hari jadi mereka yang ke-57 tahun.
Dipilihnya penampilan Dul Muluk lantaran pihaknya mengajak masyarakat khususnya mahasiswa mengenal serta melestarikan lawakan yang sudah sejak zaman Kerajaan Sriwijaya tersebut.
"Budaya itu merupakan identitas bangsa, maka harus terus kita lestarikan. Kami berharap Dul Muluk bisa mendunia nantinya," harap Rita.
Rektor Unsri, Anis Saggaf menambahkan lakon Dul Muluk sangat pas ditampilkan dalam hajatan besar di Sumsel. Terlebih kesenian ini dahulu merupakan hiburan murah meriah bagi masyarakat di Bumi Sriwijaya.
"Orangtua saya dulu pun hobimya nonton Dul Muluk. Jadi kita harus bangga dengan kesenian asli Sumsel. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan melestarikannya," ujar Anis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/pentas-dulmuluk-unsri_20171029_181031.jpg)