8 Negara Ini Larang Muslimah Menutup Aurat Sepenuhnya

Tidak semua bentuk penutup kepala muslim dilarang, kebijakan ini fokus pada penutup kepala penuh yang menutupi wajah.

Penulis: Tresia Silviana | Editor: Darwin Sepriansyah

Laporan wartawan Sriwijaya Posrt, Tresia Silviana

SRIPOKU.COM - Hijab, cadar, burqa, dan niqab merupakan atribut yang dipakai para muslimah untuk menutupi aurat.

Meski kebebasan beragama itu merupakan hak universal, ternyata di beberapa negara pemakaian benda-benda ini dianggap tidak bisa diterima sehingga perlu dilarang.

Terutama dengan makin berkembangnya sentimen anti-muslim di Amerika Serikat maupun negara-negara Eropa, kebijakan ini terbukti makin populer.

Tidak semua bentuk penutup kepala muslim dilarang, kebijakan ini fokus pada penutup kepala penuh yang menutupi wajah.

Sebagian besar negara yang memberlakukan larangan ini menjelaskan bahwa mereka yang menutupi wajahnya secara total bisa mengundang kecurigaan yang tidak perlu.

Maka dari itu demi menjaga ketertiban masyarakat, pelarangan itu diberlakukan.

Ini beberapa negara yang melarang muslimah mengenakan penutup aurat penuh di publik.

1. Perancis

.
. ()

Prinsip sekuler atau pemisahan antara pemerintahan dan agama memang dianut oleh Perancis.

Dilatarbelakangi prinsip ini, pemerintah Perancis mulai melarang pemakaian identitas-identitas agama dari hijab sampai kalung salib di sekolah-sekolah negeri sejak tahun 2004.

Pada tahun 2011, Perancis jadi negara pertama yang memberlakukan larangan untuk pemakaian burqa atau hijab yang menutupi muka secara nasional.

Bagi yang melanggar akan dikenai denda sebesar Euro 150.

Sedangkan bagi mereka yang terbukti memaksa seorang perempuan memakai burqa akan dikenai denda yang lebih besar dan hukuman penjara.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved