Wadahi Penghobi dan Antisipasi Penyalahgunaan Senjata Api, 4 Klub Menembak Dikukuhkan
"Dengan dibentuknya klub tembak ini sangat diharapkan bisa mengakomodir senjata airsoft gun supaya tidak disalahgunakan," kata Ketua Umum
Penulis: Darwin Sepriansyah | Editor: Sudarwan
Laporan wartawan Sriwijaya Post, Darwin Sepriansyah
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Maraknya penggunaan senjata api (senpi) ilegal jadi bukti semakin banyak orang yang berminat memiliki senjata api meski jenisnya hanya airsoft gun.
Oleh karena itu pembentukan klub-klub menembak menjadi solusi untuk mengakomodir penghobi tembak dan mengantisipasi penyalahgunaan senjata serta mencari bibit atlet tembak profesional.
"Dengan dibentuknya klub tembak ini sangat diharapkan bisa mengakomodir senjata airsoft gun supaya tidak disalahgunakan," kata Ketua Umum Pengurus Cabang Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Pengcab Perbakin) Kota Palembang, Iran Suhadi dalam sambutannya saat pengukuhan empat klub menembak di lapangan Gedung Catur Cakti Mapolda Sumsel, Sabtu (21/10/2017).
Adapun empat klub yang dikukuhkan, yaitu Musi Shooting Club yang diketuai Muhammad Syafei; Taruna Shooting Club yang diketuai Beni Andrean; Tactical Pro Shooting Club yang diketuai Novi Irawan; dan Hipmi Sumsel Shooter Club yang diketuai Adam Sautin Masawan.
Keempat klub menembak baru, akan semakin meramaikan setelah 14 klub lainnya sudah terlebih dahulu eksis.
Yakni Albatros Shooting Club, Sriwijaya SC, Gelatik SC, Bank SumselBabel SC, Simpur SC, Tiger SC, Patriot SC, Faster SC, Palembang Speed SC, Sumatera SC, Wong Kito SC, Castrena SC, SOS-Snipet SC, Dessert Eagld SC.
"Yang lama ada 14 klub dan hari ini dilantik ada 4 klub, jadi sekarang total ada 18 klub. Harapan kami, anggota memiliki dedikasi tinggi. Kita akan terus membangun koordinasi dengan kepolisian agar tidak terjadi tindakan indisipliner dari para anggota," tegas Iran Suhadi.
Berdasarkan undang-undang, senjata yang kerap digunakan klub menembak merupakan jenis airsoft gun, tapi tetap senjata ini termasuk dalam undang-undang darurat dalam kategori senjata api.
Karena itu, sangat dilarang ditunjukkan di depan umum.
Adam Sautin, Ketua Hipmi Sumsel Shooter Club berharap para anggotanya agar dapat bertanggung jawab dalam penggunaan senjata api.
Terpenting utamakan keaelamatan dan jadikan klub ini sebagai ajang silaturahmi dan sebagai tempat melahirkan atlet-atlet.
"Jadi sebuah kehormatan bagi kami bisa bergabung dengan Perbakin dan untuk itu kita mohon dukungan semuanya," kata Adam.
Sekretaris Umum Pengprov Perbakin Sumsel, Syaidina Ali mengatakan bangga dengan semakin berkembangnya klub-klub menembak di Sumsel.
Perbakin tidak ada apanya tanpa ada klub-klub, sebab hidup dan berkembangnya organisasi menembak ini ketika klub klubnya punya program.
"Kami tantang klub-klub agar berkolaborasi menggelar kompetisi untuk hasilkan atlet terbaik. Terlebih Asian Games 2018 sudah di depan mata," ucapnya.
Asisten 3 Pemkot Palembang, Agus Kelana, menyebut kalau olahraga menembak mengajarkan konsentrasi dan membentuk jiwa sportifitas.
Pihaknya berharap agar oengurus yang baru dapat melaksanaan tugas sebaik-baiknya, bukan hanya sebagai wadah silaturahim dan solusi penyaluran minat.
Apalagi dengan prestasi Perbakin Sumsel selama ini sudah tidak terhitung lagi, diharapkan agar dapat terus dipertahankan dan memberikan kontribusi lebih positif bagi kemajuan Palembang.
"Kita harap muncul bibit-bibit baru yang akan membawa nama baik untuk Palembang," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/para-ketua-dan-sekretaris-dari-4-klub-menembak_20171021_173411.jpg)