Sumsel Jadi Daerah Ujicoba Pemanfaatan Lahan Suboptimal. Bisa Tiga Kali Panen Per Tahun

Upaya ini dilakukan karena program cetak sawah tidak mampu mengimbangi masifnya alih fungsi lahan.

Sumsel Jadi Daerah Ujicoba Pemanfaatan Lahan Suboptimal. Bisa Tiga Kali Panen Per Tahun
TRIBUN SUMSEL/ARIWIBOWO
Ilustrasi 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Yandi Triansyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi salah satu kota dari tujuh kota di Indonesia menyiapkan pemanfaatan lahan suboptimal pada 2018.

Upaya ini dilakukan karena program cetak sawah tidak mampu mengimbangi masifnya alih fungsi lahan.

Pemanfaatan lahan suboptimal tengah diujicoba di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, seluas 1.200 ha.

"Ini lahan yang sebelumnya tidak optimal dibuat menjadi optimal. Setahun bisa tiga kali panen," kata Dosen Pertanian Unsri Prof Dr Ir Siti Herlinda MSi pada saat seminar nasional lahan suboptimal dan pameran expo produk pertanian, Jumat (20/10/2017), di Graha Sriwijaya Palembang.

WARTA KOTA/nur ichsan
SAWAH - Petani sedang menanam bibit tanaman padi di sawah yang berlokasi di Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Senin (30/5). Sebanyak 70 persen lahan pertanian di kawasan pantura Kabupaten Tangerang, berkurang setiap tahunnya karena telah berubah fungsi menjadi perumahan dan pabrik. Saat ini lahan pertanian yang tersebar di 29 kecamatan yang luasnya mencapai 41 ribu hektar dan menggunakan irigasi teknis ini mempengaruhi produksi padi setempat. WARTA KOTA/Nur Ichsan
Ilustrasi:  Petani sedang menanam bibit tanaman padi di sawah yang berlokasi di Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Senin (30/5). Sebanyak 70 persen lahan pertanian di kawasan pantura Kabupaten Tangerang, berkurang setiap tahunnya karena telah berubah fungsi menjadi perumahan dan pabrik. Saat ini lahan pertanian yang tersebar di 29 kecamatan yang luasnya mencapai 41 ribu hektar dan menggunakan irigasi teknis ini mempengaruhi produksi padi setempat. WARTA KOTA/Nur Ichsan (WARTA KOTA/Nur Ichsan)

Lahan suboptimal merupakan lahan yang telah mengalami degradasi yang mempunyai kesuburan yang rendah dan tidak mampu mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.

Teknologi pengelolaan lahan, hara terpadu, dan konservasi tanah dan air diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanah pada lahan suboptimal.

Salah satu petani saat menghalau burung yang mengancam sawah mereka menjelang panen.
Ilustrasi: (SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA)

Linda mengatakan, pemanfaatan lahan suboptimal pada lahan kering misalnya, dilakukan melalui mekanisasi yakni pompa untuk mendorong air ke lahan.

Jika pada saat musim hujan air dikeluarkan dari lahan.

"Tanaman padi sangat cocok di lahan suboptimal ini," katanya.

Dosen Pertanian Unsri Prof Dr Ir Siti Herlinda MSi
Dosen Pertanian Unsri Prof Dr Ir Siti Herlinda MSi (SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH)
Halaman
12
Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved