Pertamina MOR II Sumbagsel Mengaku tidak Mengurangi Suplai Premium, Faktanya Banyak SPBU

Siti Rachmi mengklaim Pertamina MOR II Sumbagsel tidak sama sekali melakukan pengurangan dalam menyuplai BBM jenis premium ke setiap SPBU.

Pertamina MOR II Sumbagsel Mengaku tidak Mengurangi Suplai Premium, Faktanya Banyak SPBU
SRIPOKU.COM/ZAINI/DOKUMEN
Dulu SPBU ini menjual Premium sekarang tidak lagi menjual Premium dan diganti Pertalite. 

SRIPOKU.COM,PALEMBANG -- Pertamina MOR II Sumbagsel sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam memasarkan BBM (Bahan Bakar Minyak), mengakui siap untuk melakukan evaluasi secara keseluruhan.

Terutama mengenai pasokan BBM jenis premium yang berdasarkan temuan BPH Migas, BBM bersubsidi ini terbilang sangat langka dan sulit untuk didapatkan masyarakat sebagai konsumen.

"Pada prinsipnya kita memenuhi apa tang menjadi tuntutan BPH Migas. Namun tentunya, kami di daerah hanya sebagai unit dan akan dikoordinasikan ke Pertamina Pusat," ujar Siti Rachmi Indahsari selaku Communication & Relations Pertamina MOR III Sumbagsel, Jumat (20/10).

Dikatakannya, mengenai pasokan dan suplai premium ke masyarakat sebagai konsumen, sejauh ini realisasinya sudah sesuai.

Terlebih lagi pada tahun 2016 dan juga tahun 2017 yang angkanya tidak jauh berbeda.

"Saya tidak bisa menyebutkan angkanya, karena harus dilakukan pengecekan di lapangan. Pada intinya kami setujui apa yang menjadi temuan BPH Migas di lapangan," ujarnya.

Ditanyai mengenai apa penyebab BBM jenis premium langka di pasaran, Siti Rachmi mengklaim Pertamina MOR II Sumbagsel tidak sama sekali melakukan pengurangan dalam menyuplai BBM jenis premium ke setiap SPBU.

"Untuk akhir tahun ini intinya kita akan evaluasi semuanya. Sebenarnya tidak ada pengurangan, dibeberapa titik masih ada (premium). Sekitar 80 persen SPBU masih ada menjual premium. Intinya masyarakat tenang saja," ujar Siti yang tidak bisa menyebutkan titik mana saja yang masih menjual BBM jenis premium.

Sementera itu anggota Komite Pengawasan BPH Migas Ahmad Rizal didampingi Kasubdit Pengawasan BPH Migas Putu mengatakan, memang dari hasil rapat dengan jajaran Pertamina MOR II, BBM jenis premium tidak masuk dalam skala prioritas dalam memasarkan BBM kepada masyarakat.

Pertamina MOR II lebih mengedepankan memasarkan berbagai BBM jenis baru.

Sehingga ada SPBU yang tidak lagi menjual BBM jenis premium, karena kurangnya pasokan yang disuplai Pertamina.

Padahal sudah kewajiban setiap SPBU untuk menjual BBM yang bersubsidi.

"Kita sudah meminta untuk dilakukan evaluasi dan pihak Pertamina sudah setuju. Bahkan pihak Pertamina akan menambah jumlah pasokan BBM premium yang disuplai ke SPBU. Sehingga SPBU akan menjual kembali premium. Karena sudah kewajiban SPBU untuk menjual BBM yang bersubsidi untuk masyarakat sebagai konsumen. Evaluasi ini akan tetap kita pantau," ujarnya.

Penulis: Welly Hadinata
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved