NEWS VIDEO SRIPO

Kunjungi UMKM Menteri Rini Borong Songket Mahal Palembang

Melihat songket yang dijual salah satu nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Palembang, Rini M Soemarno tak ragu merogoh kocek senilai

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Refly Permana

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Melihat songket yang dijual salah satu nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Palembang, Rini M Soemarno tak ragu merogoh kocek senilai Rp 2 juta.

Di hadapan masyarakat Jl Kiris RT 06 RW 13 Kelurahan Sukarami Palembang Jumat (13/10), Menteri BUMN tersebut bahkan menghitung helai demi helai pecahan Rp 100 ribu disaksikan masyarakat setempat.

Dalam kunjungannya yang berselang satu hari setalah peresmian Tol Palindra bersama Presiden Jokowi , Rini menjumpai nasabah-nasabah PNM di Palembang dengan meninjau sejumlah produk-produk UMKM yang telah bekerja sama dengan PNM dan juga sosialisasi program PNM.

Manajer PNM Area Palembang, Nova Ariani, mengatakan total nasabah Palembang sudah di atas 13 ribu dengan pinjaman disalurkan senilai Rp 26 miliar lebih.

Pinjaman awal dimulai dari Rp 2 juta dan nominalnya bisa ditambah apabila ingin mengajukan kembali. Beda dengan bank, pinjaman di PNM dilakukan secara kelompok dengan minimal 10 anggota.

"Namun, mendirikan usahanya boleh sendiri-sendiri. Iuran pinjaman dibayar setiap pekan dan sejauh ini tidak ada yang nunggak," kata Nova.

Kedatangan Menteri BUMN, Nova berharap, PNM Palembang yang kini berada di enam kecamatan bisa semakin membuka mata banyak kalangan ibu berpenghasilan di bawah Rp 800 ribu tak takut memulai usaha.

Apalagi, Rini mendukung penuh keberadaan PNM karena dianggap bisa membuat kalangan IRT menopang perekonomian keluarga.

Seorang nasabah, Meriyati, dirinya bermodalkan uang Rp 2 juta dari pinjaman di PNM Sukarami dirinya kini bisa memiliki usaha kemplang sendiri.

Per hari, dirinya bisa mendapat omset lebih dari Rp 500 ribu dan kemplang buatannya sudah beredar di Banyuasin.

"Sistem iurannya per pekan membuat saya tidak kesulitan membayar. Kalau bulanan, begitu melihat jumlahnya yang besar, jadi begitu terasa saat membayar," kata perempuan 43 tahun ini.

Penulis: Refli Permana
Editor: Igun Bagus Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved