Menyulap Eceng Gondok Jadi Pupuk Kompos dan Hasilkan Banyak Uang. Begini Caranya
Langkah pertama untuk membuat pupuk Kompos melakukan pemotongan kecil kecil terhadap tanaman eceng gondok.
Penulis: Yandi Triansyah | Editor: Sudarwan
Laporan wartawan Sriwijaya Post, Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dosen Pertanian dari Universitas Sriwijaya Adipati Napoleon mengungkapkan, pupuk kompos saat ini mulai digunakan untuk pertanian.
Hal ini dikarenakan penggunaan pupuk sintetis berdampak pada kualitas penurunan lingkungan.
Napoleon menjelaskan, memang dari sisi produksi pupuk sintesis memang mengalami peningkatan, namun juga memiliki dampak negatif lainnya.
Berbeda dengan pupuk kompos, meski kandungannya rendah namun pupuk ini mendapatkan kandungan yang lengkap.
"Pembuatan pupuk kompos bisa dilakukan menggunakan bahan eceng gondok," katanya saat memberikan pelatihan pemanfaatan eceng gondok, Selasa (11/10/2017) di Lapangan Tanjung Rawo Kelurahan Bukit Lama Kecamatan Ilir Barat I Palembang.
Napoleon menjelaskan langkah pertama untuk membuat pupuk Kompos melakukan pemotongan kecil kecil terhadap tanaman eceng gondok.
Pemotongan bisa menggunakan arit atau mesin pemotongan.
Menurut dia, semakin kecil potongannya maka semakin bagus pula pupuk yang dihasilkan.
Kemudian setelah dilakukan pemotongan, dicampur dengan pupuk kandang.
Selanjutnya ditambahkan lagi Natrium Fospor dan Kalium (NPK) dan dicampur menggunakan bakteri EM4 yang dilarutkan dengan air gula.
Bahan tadi diaduk hingga rata.
Terakhir ditutup menggunakan karung goni yang sebelumnya sudah dibasahi.
"Setiap sepekan sekali bahan tadi diaduk, jika kering maka dipercikkan dengan air, namun masih basa maka tak perlu lagi disiram air," katanya.
Menurut dia, proses permentasi tadi hasilnya bisa didapatkan setelah satu bulan.
Kemudian pupuk bisa dikemas dan dipasarkan.
"Harganya bisa Rp 7.500 per kemasan," katanya.
Napoleon mengaku jika program tersebut bisa dijalankan maka sangat bagus untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Mengingat eceng gondok yang sebelumnya menjadi tumbuhan penganggu bisa menghasilkan uang.
"Manfaatnya bisa mengurangi gulma eceng gondok dan kedua bisa menghasilkan uang," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/eceng-gondok1_20171010_141908.jpg)