Menyulap Eceng Gondok Jadi Pupuk Kompos dan Hasilkan Banyak Uang. Begini Caranya

Langkah pertama untuk membuat pupuk Kompos melakukan pemotongan kecil kecil terhadap tanaman eceng gondok.

Penulis: Yandi Triansyah | Editor: Sudarwan
khasiat.co.id
Eceng gondok 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Yandi Triansyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dosen Pertanian dari Universitas Sriwijaya Adipati Napoleon mengungkapkan, pupuk kompos saat ini mulai digunakan untuk pertanian.

Hal ini dikarenakan penggunaan pupuk sintetis berdampak pada kualitas penurunan lingkungan.

Napoleon menjelaskan, memang dari sisi produksi pupuk sintesis memang mengalami peningkatan, namun juga memiliki dampak negatif lainnya.

Berbeda dengan pupuk kompos, meski kandungannya rendah namun pupuk ini mendapatkan kandungan yang lengkap.

Kawasan di sepanjang pinggiran Sungai Musi di samping bawah Jembatan Ampera Palembang dipenuhi gulma eceng gondok. Menurut serang (sopir) angkutan air jukung dan perahu ketek, kondisi itu sangat mengganggu karena tersangkut kemudi dan kipas yang setiap hari berlabuh di sekitar kawasan tersebut. Gambar diambil Minggu (8/2/2015).
Kawasan di sepanjang pinggiran Sungai Musi di samping bawah Jembatan Ampera Palembang dipenuhi gulma eceng gondok. Menurut serang (sopir) angkutan air jukung dan perahu ketek, kondisi itu sangat mengganggu karena tersangkut kemudi dan kipas yang setiap hari berlabuh di sekitar kawasan tersebut. Gambar diambil Minggu (8/2/2015). (SRIPOKU.COM/ZAINI)

"Pembuatan pupuk kompos bisa dilakukan menggunakan bahan eceng gondok," katanya saat memberikan pelatihan pemanfaatan eceng gondok, Selasa (11/10/2017) di Lapangan Tanjung Rawo Kelurahan Bukit Lama Kecamatan Ilir Barat I Palembang.

Kondisi drainase yang dipenuhi eceng gondok di kawasan Sekip Bendung Kecamatan Kemuning Palembang.
Kondisi drainase yang dipenuhi eceng gondok di kawasan Sekip Bendung Kecamatan Kemuning Palembang. (SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA)

Napoleon menjelaskan langkah pertama untuk membuat pupuk Kompos melakukan pemotongan kecil kecil terhadap tanaman eceng gondok.

Kepala Bidang Sumber Daya air irigasi dan limbah Dinas PUPR Kota Palembang, Bastari memasukkan eceng gondok ke dalam mesin,  pada pelatihan pengelolaan eceng gondok,  Selasa (11/10/2017) di Lapangan Tanjung Rawo Palembang.
Kepala Bidang Sumber Daya air irigasi dan limbah Dinas PUPR Kota Palembang, Bastari memasukkan eceng gondok ke dalam mesin, pada pelatihan pengelolaan eceng gondok, Selasa (11/10/2017) di Lapangan Tanjung Rawo Palembang. (SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH)

Pemotongan bisa menggunakan arit atau mesin pemotongan.

Menurut dia, semakin kecil potongannya maka semakin bagus pula pupuk yang dihasilkan.

Proses pembuatan pupuk kompos dari eceng gondok,  Selasa (11/10/2017).
Proses pembuatan pupuk kompos dari eceng gondok, Selasa (11/10/2017). (SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH)

Kemudian setelah dilakukan pemotongan, dicampur dengan pupuk kandang.

Selanjutnya ditambahkan lagi Natrium Fospor dan Kalium (NPK) dan dicampur menggunakan bakteri EM4 yang dilarutkan dengan air gula.

Proses pembuatan pupuk kompos dari eceng gondok,  Selasa (11/10/2017).
Proses pembuatan pupuk kompos dari eceng gondok, Selasa (11/10/2017). (SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH)

Bahan tadi diaduk hingga rata.

Terakhir ditutup menggunakan karung goni yang sebelumnya sudah dibasahi.

"Setiap sepekan sekali bahan tadi diaduk, jika kering maka dipercikkan dengan air, namun masih basa maka tak perlu lagi disiram air," katanya.

Menurut dia, proses permentasi tadi hasilnya bisa didapatkan setelah satu bulan.

Kemudian pupuk bisa dikemas dan dipasarkan.

"Harganya bisa Rp 7.500 per kemasan," katanya.

Napoleon mengaku jika program tersebut bisa dijalankan maka sangat bagus untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Mengingat eceng gondok yang sebelumnya menjadi tumbuhan penganggu bisa menghasilkan uang.

"Manfaatnya bisa mengurangi gulma eceng gondok dan kedua bisa menghasilkan uang," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved