Gaji Turun Sejak Ganti Bos, Pegawai Ini Nekat Palsukan Nota Perusahaan

"Terpaksa saya lakukan karena saya mau bayar kontrakan, cicilan mobil, cicilan motor belum lagi kebutuhan hidup keluarga saya," katanya.

Gaji Turun Sejak Ganti Bos, Pegawai Ini Nekat Palsukan Nota Perusahaan
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Ahmad Jauhari Novianto (33), pelaku pemalsuan dokumen dan jabatan, diamankan unit Intelkam Polresta Palembang, Senin (9/9/2017) malam. 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Andi Wijaya

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Mengaku lantaran gaji bulanannya turun sejak pergantian bos baru, Ahmad Jauhari Novianto (33), seorang salesman di PT Everbright nekat memalsukan dokumen (nota-red) pembelian dari konsumen yang memesan barang ke perusahaannya.

Diketahui aksi yang dilakukannya tersebut telah berlangsung sejak setahun lalu dan telah merugikan perusahaan sebesar Rp 400 juta.

Warga di Jalan Kapten A. Sastro, Lorong Toyib Kelurahan Sei Pangeran, Kecamatan IT I, Palembang ini, terpaksa diamankan jajaran unit Intelkam Polresta, Palembang, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

"Pelaku kita amankan karena adanya laporan dari pihak PT Everbrigh," ungkap Kasat Intelkan Polresta Palembang, Kompol Mario Invary melalui Kasubnit Intelkam, Aiptu Aviv Sancoko, Senin (9/10/2017) malam.

Modus operandi yang digunakan pelaku, lanjut Aviv, pelaku memalsukan nota pembelian konsumen.

Dimana pada saat terjadi jual beli antata pihak PT dan konsumen (toko-red), pelaku selaku dari pihak PT membuatkan nota palsu serta tanda tangan palsu.

"Dari nota pembelian ini, pelaku meraup keuntungan sebesar Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu pada setiap pembelian dengan nominal minimum Rp 2 juta," katanya.

Aviv juga mengatakan, pihaknya juga telah mengamankan nota-nota palsu yang digunakan pelaku selama aksi melakukan aksi kejahatannya.

"Selain pelaku kita juga mengamankan barang bukti nota-nota hasil kejahatannya, dan atas ulahnya pelaku terancam dua pasal, yakni Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan dan Pasal 263 KUHP tentang
pemalsuan dokumen dan tanda tangan, dengan ancaman kurungan 8 tahun," katanya.

Halaman
12
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved