IRT Simpan Dua Nelayan Pria di Kamar, Ternyata Ini yang Mereka Lakukan

Menir ketahuan tengah menyimpan dua orang nelayan pria, Darwin alias Wiwin (26) dan Erwin (37) di salah satu kamar rumahnya.

IRT Simpan Dua Nelayan Pria di Kamar, Ternyata Ini yang Mereka Lakukan
SRIPOKU.COM/DARWIND SEPRIYANSYAH

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Seorang ibu rumah tangga, Nirwana (33), tidak berkutik lagi ketika digerebek anggota Direktorat Polisi Air (Ditpol Air) Polda Sumsel, di kediamannya di Dusun IV Sei Semilang, Desa Sungsang IV, Kec Banyuasin II, Kab. Banyuasin, 2 Oktober lalu pukul 21.00 WIB.

Perempuan yang kerap disapa Menir ini ketahuan tengah menyimpan dua orang nelayan pria, Darwin alias Wiwin (26) dan Erwin (37) di salah satu kamar rumahnya.

Ketiganya diamankan karena ternyata yang mereka lakukan adalah tengah berpesta narkoba jenis sabu-sabu.

"Kita dapat laporan dari warga jika ada yang pesta narkoba. Lalu Subdit Gakkum dan anggota Pangkalan Sandar Semilang langsung membentuk tim guna melakukan penyelidikan, dan ternyata benar didapatkan dua orang yang tengah menghisap sabu-sabu. Termasuk pemilik rumah (Menir) sebagai bandarnya," kata Direktur Polisi Perairan dan Udara Polda Sumsel, Kombes Pol Robinson DP Siregar, didampingi Kasubdit Gakkum Dit Polairud Polda Sumsel, AKBP Zahrul Bawadi, saat ungkap kasus di Mapolair Polda Sumsel, Kamis (5/10/2017).

Dari hasil penggeledahan di rumah tersangka Menir, didapatkan barang bukti berupa: 30 buah paket kecil sabu-sabu; 1/4 pil extasi; Uang tunai Rp 50 ribu; 5 buah korek api; 2 buah korek api gas.

Lalu 1 buah kotak taperware tutup kuning; 2 buah pirex; 2 buah jarum suntik; 1 buah bong yang terbuat dri botol minuman mineral dan 3 buah plastik klip kosong.

"Hasil tes urin, ketiganya juga dinyatakan positif," kata Robinson.

Dikatakan, hasil interogasi terhadap tersangka Erwin dan Darwin diketahui jika sabu-sabu, yang dikonsumsinya tersebut dibeli dari Menir dengan harga Rp 100-150 ribu per paket.

Kemudian pengakuan tersangka Menir, dia terakhir kali memasok sabu dari bandar besar inisial GD di Sungsang, sebanyak satu ji (1 gram) pada 27 September lalu dengan harga Rp 1,2 juta.

"Tersangka M ini sudah jadi pengedar sejak Desember 2016. Stok sabu yang tiap kali dipesan satu Ji tersebut, habis terjual paling lama 10 hari dengan keuntungan Rp 300 ribu," ungkapnya.

Ketiga tersangka akan dikenakan Pasal 114 Jo Pasal 112 jo pasal 127 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya paling berat mulai dari 12 tahun hingga 20 tahun penjara. (*)

Tags
Sabu
Wanita
Editor: Darwin Sepriansyah
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved