Ternyata Ini Penyebab Listrik di Muaradua Sering Ada Gangguan

PLN Wilayah Sumatera Selatan Jambi Bengkulu (WS2JB) angkat bicara pasca adanya aksi demo yang dilakukan oleh warga di Kantor Rayon PLN Muaradua OKUS

Ternyata Ini Penyebab Listrik di Muaradua Sering Ada Gangguan
Foto Humas PLN
Material PLN terjungkal saat memasuki daerah pinggiran di OKU Selatan, Rabu (4/10/2017).

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Yandi Triansyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - PLN Wilayah Sumatera Selatan Jambi Bengkulu (WS2JB) angkat bicara pasca adanya aksi demo yang dilakukan oleh warga di Kantor Rayon PLN Muaradua OKU Selatan, Selasa (3/10/2017).

Pelaksana Tugas (Plt) Humas PLN WS2JB, Rosmalina, mengatakan, Muaradua saat ini mendapatkan supply kelistrikan melalui PLTU Baturaja dengan kapasitas 2x10 MW, PLTMH Niagara 2x850 dan PLTMH Alhanah 2x110 MW melalui Gardu Induk Liwa 1x30 MW.

"Beban puncak penggunaan listrik di Muaradua hingga 13MW," katanya, Rabu (4/10/2017), di Kantor PLN WS2JB Jalan Kapten A Rivai Palembang.

Rosmalina mengatakan, untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya tengah melakukan penambahan jaringan di kawasan Muaradua.

Mengingat saat ini masih ada 21 desa di Muaradua yang belum dialiri listrik.

Namun untuk membangun jaringan tersebut dibutuhkan kerjasama antara pemerintah daerah dan masyarakat.

"Medan kita berat, harus melewati jalan yang berlumpur masuk hutan. Mobil kita kerap kali terbalik karena beratnya jalan yang dilalui," katanya.

Selain membangun jaringan pihaknya juga sedang membangun Gardu Induk (GI).

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kehandalan.

Pada Desember 2017 nanti GI Martapura dengan kapasitas 1x30 MW dengan pengulangan Zamrud sebagai jaringan yang menyuplai daerah Muaradua.

"Adanya GI yang baru bisa dimanfaatkan untuk 50.300 pelanggan di Muaradua," katanya.

Dijadwalkan pihaknya besok (red hari ini) akan bertemu dengan bupati OKU Selatan untuk membahas perkembangan listrik di kawasan tersebut.

Mengingat pengembangan Listrik Desa (Lisdes) juga dibutuhkan peran dari kepala daerah.

"Kita juga punya kendala mengenai perizinan, maka kita butuh ketemuan dan menyelesaikan persoalan ini," katanya.

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved