September, Palembang Alami Deflasi -0,09 Persen. Ini Penyebabnya

Komoditas yang mengalami penurunan harga yang menyumbang andil deflasi terbesar di Kota Paiembang antara lain bawang merah, jeruk

September, Palembang Alami Deflasi -0,09 Persen. Ini Penyebabnya
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Yos Rusdiansyah, menyampaikan paparan, Senin (2/10/2017). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan, Kota Palembang pada bulan September 2017 mengalami deflasi sebesar (-0,09 persen).

Inflasi tahun kalender (kumulatif) Kota Palembang sampai bulan September tahun 2017 sebesar (1,78 persen).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel Yos Rusdiansyah mengatakan, lnflasi ”year on year” (September 2017 terhadap September 2016) sebesar (2,96 persen).

Deflasi pada September 2017 di Kota Palembang disebabkan turunnya Indek Harga pada kelompok bahan makanan sebesar (-0,91 persen).

"Komoditas yang mengalami penurunan harga yang menyumbang andil deflasi terbesar di Kota Paiembang antara lain bawang merah, jeruk, bayam, daging ayam ras, bawang putih, dan buncis," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Yos Rusdiansyah, Senin (2/10/2017).

Deflasi di Kota Palembang bulan September 2017 terjadi karena adanya penurunan indek harga pada pada kelompok bahan makanan sebesar (-0,91 persen).

"Sedangkan 6 kelompok pengeluaran lainnya mengalami kenaikan ( indeks harga, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar (0,32 persen) kelompok sandang sebesar (0,32 persen) kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar (0,13 persen), kelompok kesehatan sebesar (0,05 persen) kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar (0,04 persen) dan kelompok trangportasi, komunikasi & jasa keuangan sebesar (0,02 persen)," jelasnya.

Perkembangan inflasi 82 Kota IHK Seluruh Indonesia Berdasarkan pemantauan harga selama bulan September 2017 pada 82 Kota IHK di Indonesia, menunjukkan bahwa 50 Kota IHK mengalami inflasi, sedangkan di 32 Kota lHK'terjadi deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar (1,59 persen), terendah di Kota Depok dan Mamuju sebesar (0,01 persen).

Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Manado (-1,04 persen), terendah di Kota Tembilahan sebesar (-0,01 persen).

"Perkembangan IHK menurut kelompok pengeluaran Kota Palembang pada bulan September 2017 mengalami inflasi sebesar (-009 persen). Inflasi Tahun Kalender (kumulatif sampai dengan September 2017) ada|ah sebesar (1,78 persen). Inflasi “year on year (September 2017 terhadap September 2016) adalah 2,9," ujarnya.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved