Diduga Dendam Lama, Pedagang Ikan di Jakabaring Babak Belur Digebuki Rekan Seprofesi

"Saya hanya bisa menangkis dengan menggunakan tangan kosong dia dengan leluasa memukuli saya pakai gelam," ujar Fuad.

Diduga Dendam Lama, Pedagang Ikan di Jakabaring Babak Belur Digebuki Rekan Seprofesi
Kompas.com/ERICSSEN
Ilustrasi penganiayaan 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Diduga hanya karena salah paham masalah barang dagangan disertai dendam lama, Fuad (43) seorang pedagang ikan mengaku dianiaya E (40) yang tak lain adalah rekan seprofesinya.

Tak terima telah mengalami luka bengkak di pergelangan tangan, jempol sebelah kanan, kening benjolan, jari tengah kanan lecet, dan dua kaki juga mengalami lecet, warga yang tercatat tinggal di Jalan KH Azhari Lorong Sehat No. 31 RT 21 RW 05 Kelurahan 13 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polresta Palembang, Jumat (29/9/2017).

Di hadapan petugas Fuad menceritakan insiden tersebut terjadi pada Kamis (28/9/2017) sekitar pukul 11.00 WIB di halaman parkir pasar lelang ikan Jakabaring Kelurahan 15 Ulu SU I Palembang.

Saat itu antara korban dan terlapor selisih paham masalah barang berupa kerang.

"Sebelum masalah ini dia memang menyimpan dendam lana. Kejadiannya hanya ribut kecil biasa masalah dagangan," ungkapnya.

Korban pun tak menyangka saat akan pulang ke rumahnya menggunakan sepeda motor tiba-tiba terlapor langsung memukulnya menggunakan kayu gelam yang telah dibawanya dari arah belakang.

Beruntung pada saat itu korban sudah menggunakan helm, namun pukulan tersebut hanya mengenai bahu belakang sebelah kanannya.

Terlapor yang sudah telanjur emosi terus mengejar sehingga membuat korban terjatuh.

Dengan membabi buta ia melancarkan pukulan ke arah Fuad sehingga menyebabkannya mengalami sejumlah luka memar dan lecet di tubuhnya.

Fuad (43) seorang pedagang ikan yang mengaku dianiaya E (40) melapor ke SPKT Polresta Palembang,  Jumat (29/9/2017).
Fuad (43) seorang pedagang ikan yang mengaku dianiaya E (40) melapor ke SPKT Polresta Palembang, Jumat (29/9/2017). (SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA)

"Saya hanya bisa menangkis dengan menggunakan tangan kosong dia dengan leluasa memukuli saya pakai gelam," ujar Fuad.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara SIK melalui KA SPK Polresta Ipda Dennie membenarkan membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut dan akan segera ditindaklanjuti.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved