Romi Herton Meninggal Dunia
Ini Sosok Romi Herton di Mata Giri Ramanda, Beni Hernedi dan Fahlevi Maizano
Romi yang pernah menjabat Ketua DPC PDIP Kota Palembang dinilai juga pernah membesarkan partai berlambang banteng dengan moncong putih untuk wilayah
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan
Laporan wartawan Sriwijaya Post, Abdul Hafiz
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ketua DPD PDIP Sumsel HM Giri Ramanda N Kiemas SE MM mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya mantan Walikota Palembang H Romi Herton SH MH (52), Kamis (28/9/2017).
"Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga arwah almarhum diterima oleh Allah SWT," kata Giri yang juga Ketua DPRD Sumsel.
Romi yang pernah menjabat Ketua DPC PDIP Kota Palembang dinilai juga pernah membesarkan partai berlambang banteng dengan moncong putih untuk wilayah Kota Palembang.
"Terlepas dari khilaf dan salah yang dilakukan. Beliau pernah menjadi bagian dari PDI Perjuangan dan membesarkan PDI Perjuangan di Kota Palembang," kata keponakan H Taufik Kiemas ini.
“Saya mendapat kabar sekitar pukul 03.00 pagi. Sungguh kabar ini sangat mengejutkan,” ungkap mantan Pjs Ketua DPC PDIP Palembang H Fahlevi Maizano SH MH, kerabat dan kawan almarhum.
Menurut Boy, sapaan akrab Fahlevi Maizano, sudah mengenal sosok Romi Herton saat masih kuliah, hingga bersama dalam satu partai.
“Almarhum itu adik tingkat saya. Ya semasa hidupnya almarhum seorang pekerja keras dan gigih. Mari kita doakan semoga Allah mengampuni semua doa dan kesalahan beliau, diterima segala amal solehnya dan keluarga yang ditinggalkan tabah dan sabar menerima musibah ini,” ujarnya.
Sementara, Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi yang mantan Ketua DPC PDIP Muba menuturkan, bahwa bersama almarhum sempat sama-sama menjabat Ketua DPC PDIP dan sama-sama menjadi wakil partai di eksekutif. Romi Herton Ketua DPC PDIP Palembang, Beni Ketua DPC Muba.
“Aku manggilnyo kakak, karena almarhum lebih tuo. Almarhum itu baek, ceria dan enerjik. Kalu diajak ngobrol pasti dak abis bahan. Atas nama wong Sekayu dan Musi, kami turut berduka cita semoga husnul khotimah,” tuturnya.
Beni meneruskan, wajar kalau masyarakat Palembang merasa kehilangan.
Karena almarhum juga akrab dengan warga Muba yang tinggal di Palembang.
“Almarhum kadang manggil aku kuyung ikak, walaupun aku lebih mudo. ‘Kitek mintek bantu kuyung ikak nah, agar wong Sekayu di Palembang nih dukung kemajuan plembang’, itu kalimat yang aku dak lupo dari almarhum,” kata Beni.