Sumur Bor di OKI Ini Sudah 126 Meter, Tiba-tiba Terdengar Ledakan dan Bau Menyengat

Sumur bor kedalaman 126 meter itu mengeluarkan semburan gas setinggi 10-15 meter, sehingga membuat warga sekitar cemas.

Sumur Bor di OKI Ini Sudah 126 Meter, Tiba-tiba Terdengar Ledakan dan Bau Menyengat
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Proyek pembangunan sumur bor di Desa Rangkui Jaya Kecamatan Pedamaran OKI, mengeluarkan gas yang menyebabkan semburan air bercampur pasir dan lumpur setinggi 10-15 meter. 

Demikian, tanah liat hitam bercambur pasir disertai air tidak panas sehingga anak-anak disana bermain seraya membuang tanah semburan yang keluar dari mulut sumur
bor.

Wijiati (98) warga Rangkui sebenarnya masih mengharapkan sumur bor ini mengeluarkan air bersih untuk warga.

Karena, di desanya sekarang ini sudah mulai sulit untuk mendapatkan air bersih untuk keperluan rumah tangga.

“Saya kaget dan cemas, badan saya panas dingin mendengar ledakan dari sumur bor itu,” kata Wijiati yang sampai sekarang tak berani menyalakan api karena takut ada gas dan membakar rumah.

Masih katanya, ia meminta agar sebaik mungkin sumur bor ini bisa dimanfaatkan.

“Saya ini sudah tua, dan rasanya tak sanggup lagi mengambil air bersih di kejauhan,” ucapnya yang masih takut kalau sumur bor ini sama seperti lumpur lapindo.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten OKI, Ir H Manwinardi MM melalui Kabid Perumahan Ir Ramlan Tamin mengatakan, untuk secara mekanisme pekerjaan pengeboran sudah sesuai prosedur.

"Titik koordinatnya telah ditentukan namun apabila dalam waktu 3 hingga 5 hari maka akan dihentikan bahkan dilakukan penutupan sumur bor tersebut,” terang Ramlan.

Akan tetapi, lanjutnya,  masyarakat diharapakan jangan terkejut apabila terjadi semburan kuat ketika dalam waktu 3 hari aktivitasnya akan berhenti atau kembali normal dari sumur bor dan sumur akan dilanjutkan pengerjaannya dan sudah dapat dipergunakan dan layak dimanfaatkan.

“Untuk pelaksanaan sudah benar, ini resmi alam karena ada gas yang terpendam dari lahan gambut puluhan tahun yang lalu, sehingga keluar ketika dilakukan pengeboran,” ungkapnya.
Ditambahkannya, secara detail belum bisa dipastikan apakah semburan gas sumur tersebut berbahaya atau tidak namun untuk kedalamanya saat ini lebih kurang sedalam 126 meter serta apabila masih menyemburkan gas maka terpaksa dipindahkan ke lokasi minimal lebih radius 100 meter dan di-geolistrik ulang, akan menentukan berpori-pori gas atau air.

Halaman
123
Penulis: Mat Bodok
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved