Palembang Masih Kemarau. Oktober-November Diperkirakan Hujan. Ini yang Harus Dilakukan Warga
Suhu udara saat ini masih terbilang normal, tidak lebih dari 33 derajat celcius
Penulis: Siti Olisa | Editor: Sudarwan
Laporan wartawan Sriwijaya Post, Siti Olisa
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Sumatera Palembang masih terus mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap bencana kebakaran di lingkungan masyarakat maupun kebakaran hutan.
Pasalnya saat ini, Palembang masih dihadapkan dengan akhir-akhir musim panas.
Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Palembang, Agus Sanjaya, Rabu (13/9/2017) mengatakan, puncak pancaroba akan terjadi pada Oktober mendatang.
Sekarang ini Palembang masih menghadapi akhir musim kemarau.
"Karena masih menghadapi musim kemarau, kami tetap mengimbau agar masyarakat tetap mewaspadai bencana kebakaran, terutama kebakaran lahan, karena saat ini curah hujannya masih sangat rendah, yakni 50 mm per 10 hari," ujarnya.
Selain mewaspadai bencana kebakaran, pihaknya juga harus mempersiapkan kedatangan musim hujan, yang akan datang pada Oktober-November mendatang.
"Masyarakat harus mulai membersihkan saluran air dan membenahi atap rumah agar pada saat terjadi musim hujan tidak terjadi kebocoran," ujarnya.
Agus mengatakan, saat ini arah angin masih berada di Timur Laut.
Kecepatan angin saat ini masih rendah, di bawah 25 km per jam.
"Sedangkan curah hujan saat ini masih berada diangka 50 mm per 10 hari, untuk tanggal 1 sampai 10 September, sedangkan tanggal 11 sampai 20 September peluang hujan masih kecil," ujarnya.
Ia menambahkan, diperkirakan pertengahan Oktober mendatang baru akan ada peningkatan curah hujan.
Curah hujannya mulai tinggi dibandingkan saat ini.
"Sedangkan untuk suhu udara saat ini masih terbilang normal, tidak lebih dari 33 derajat celcius," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kebakaran_20170911_110011.jpg)