Breaking News:

Masjid Agung Muaraenim dari CSR PTBA Belum Difungsikan, Ini Penyebabnya

Masjid Agung Muaraenim yang menelan dana CSR PTBA hampir Rp 10 miliar, ternyata masih ditemui banyak kendala salah satunya bocor.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Bupati Muaraenim Muzakir dan rombongan melakukan peninjauan pengerjaan proyek Masjid Agung Muaraenim. 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM -- Masjid Agung Muaraenim yang menelan dana CSR PTBA hampir Rp 10 miliar, ternyata masih ditemui banyak kendala salah satunya bocor.

Padahal Masjid tersebut akan diserahkan ke Pemkab Muaraenim tanggal 13 September 2017.

"Kita harapkan pada saat penyerahan nanti, Masjid tersebut sudah bisa difungsikan sebab masyarakat sudah lama menunggu ingin beribadah di Masjid Agung," ujar Bupati Muaraenim Muzakir, Minggu (10/9/2017).

Menurut Muzakir, dari informasi dan hasil di lapangan, memang ada beberapa yang harus diperbaiki dan sempurnakan oleh kontraktor seperti masalah bocor, air tergenang, saluran air, Mihrob (mimbar) dan lain-lain.

Untuk itu, ia meminta untuk diperbaiki dan dibenahi secepatnya karena selain akan digunakan juga batas waktu pengerjaan proyek hampir berakhir.

Kemudian menurut Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Muaraenim H Ramlan Suryadi (dahulu PU CK), sesuai jadwal untuk penyerahan fisik tanggal 13 September 2017, karena minggu ini, jadwal pengerjaannya sudah habis.

Dan untuk hal-hal yang masih kurang atau perlu perbaikan, kontrakor bisa memanfaatkan masa pemeliharaan sampai Masjid Agung diresmikan yang sesuai jadwal bertepatan HUT Kabupaten Muaraenim pada bulan Nopember 2017.

"Kita akan ujicoba dengan melaksanakan sholat Subuh berjemaah pada tanggal 13 September mendatang," ujar Ramlan.

Sedangkan menurut Ketua Pengurus Masjid Agung H Tjik Melan didampingi pengurus lainnya Fideraini dan lain-lain, meminta kepada PTBA untuk memperbaiki dan menyelesaikan proyek tersebut hingga benar-benar sempurna seperti masalah bocor, genangan air, saluran air, nat keramik, mimbar dan lain-lain sehingga benar-benar tidak menganggu jemaah.

Sedangkan untuk pembangunan pagar yang belum selesai, pagar seng jangan dibongkar dahulu sampai pagarnya selesai dibangun karena ditakutkan akan merusak taman masjid yang telah dibuat.

Sementara itu pihak PTBA yang diwakili Budi didampingi kontraktor Masjid Agung, berjanji akan memperbaiki masalah keluhan tersebut dan akan menyelesaikan proyek tersebut tepat waktu.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved