Politisi PDI-P Ini Minta KPK Dibekukan. Fahri Hamzah Malah Usul Dibubarkan. Ini Alasan Mereka

Fahri mengusulkan agar Presiden Joko Widodo mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu).

Politisi PDI-P Ini Minta KPK Dibekukan. Fahri Hamzah Malah Usul Dibubarkan. Ini Alasan Mereka
Dani Prabowo/KOMPAS.com
Ketua Umum Granat Henry Yosodiningrat (kiri) dan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Tony T Spontana 

Meski baru usulan perorangan dari anggota DPR, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, lewat usulan itu publik akan bisa menilai siapa sebenarnya yang menentang dan mendukung upaya pemberantasan korupsi.

Karena wacana pembekuan itu belum merupakan pendapat resmi institusi, KPK tetap akan bekerja sebagaimana biasanya berlandaskan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Kami juga meyakini Presiden akan tetap mendukung pemberantasan korupsi seperti yang pernah dikatakannya," ujar Febri.

Ia menambahkan, jika kelak KPK benar-benar dibekukan, koruptor akan menjadi pihak yang paling diuntungkan karena KPK tidak bisa bekerja.

Artikel ini sebelumnya dipublikasikan di kompas.com dengan judul Politisi PDI-P Henry Yosodiningrat Minta KPK Dibekukan

Biarkan Saja Statmen Itu

Menanggapi seruan tersebut, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan, Demokrat tetap pada posisi untuk mendukung KPK.

"Biarkan saja statmen itu, kami ingin tetap ingin mendukung KPK dan kami mengajak semua masyarakat mendukung KPK agar lebih baik mendukung pemberantasan korupsi," kata Hinca, saat ditemui di acara syukuran hari ulang tahun Susilo Bambang Yudhoyono dan Demokrat, di Cikeas, Jawa Barat, Sabtu (9/9/2017).

Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, Sabtu (9/9/2017).
Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, Sabtu (9/9/2017). ((Kompas.com/Robertus Belarminus))

Ia menekankan bahwa Demokrat tetap tidak mendukung pembentukan Pansus Angket KPK yang sekarang bergulir di DPR.

Ia mengklaim, Demokrat konsisten untuk mendukung penguatan KPK, seperti yang juga disampaikan SBY pada hari ini.

Halaman
123
Editor: Sudarwan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved