Kurang Angkutan Umum, Pelajar di Pagaralam Terpaksa Lakukan Hal yang Dapat Mengancam Nyawa

Kami tidak bisa melarang pak, pasalnya memang kondisinya seperti ini angkutan umum tidak ada ke arah Dempo Selatan itu pak

Kurang Angkutan Umum, Pelajar di Pagaralam Terpaksa Lakukan Hal yang Dapat Mengancam Nyawa
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Sejumlah siswa SMP di kawasan Dempo Selatan yang terpaksa naik di atap mobil karena kurangnya angkutan umum, Kamis (24/8/2018). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Minimnya anggkutan umum di beberapa kawasan di Kota Pagaralam memaksa masyarakat untuk melakukan hal-hal yang berbahaya untuk bisa naik angkutan.

Seperti terlihat di kawasan Kecamatan Dempo Selatan.

Karena minimnya angkutan umum, sejumlah siswa sekolah saat pulang dan pergi sekolah terpaksa harus menantang maut dengan naik di atas atap mobil angkutan umum.

Hal ini disebabkan sedikitnya angkutan di daerah itu membuat siswa terpaksa berdesakan saat ada angkutan yang lewat.

Bahkan jika tidak tertampung di dalam mobil angkutan siswa terpaksa naik di atas atap mobil.

Kondisi ini tentunya selian melanggar aturan lalulintas juga sangat membahayakan para siswa itu sendiri.

Pantauan Sripoku.com, Kamis (24/8/2017), tampak salah satu angkutan yang sedang mengangkut penumpang para siswa SMP.

Terlihat ada beberapa siswa yang duduk di atas mobil dan ada beberapa yang bergelantungan di belakang mobil.

Sus (43) salah satu orang tua siswa mengatakan, khawatir dengan kondisi tersebut.

Namun jika tidak seperti itu kadang anaknya telat sampai sekolah. Pasalnya angkutan umumnya dikit.

"Kami tidak bisa melarang pak, pasalnya memang kondisinya seperti ini angkutan umum tidak ada ke arah Dempo Selatan itu pak," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Walikota Pagaralam Hj Ida Fitriati akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menambahkan trayek angkutan umum kearah Kecamatan Dempo Selatan.

"Kita akan koordinasikan kepada Dinas Perhubungan untuk menambah trayek angkutan ke sana. Kalau memang harus kita akan aktifkan bus sekolah ke sana. Namun kami himbau anak-anak untuk tidak naik diatas atap mobil karena sangat membahayakan keselamatan mereka sendiri," imbaunya.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved