Demo Sopir Angkot

Cerita Sopir Angkot Setoran Kurang Hingga Harus Ngutang Buat Kebutuhan Hidup

"Setoran Rp 150 ribu sehari, kadang kadang sehari kita paling dapat Rp 110 ribu, artinya untuk setoran kepada yang punya mobil saja kurang, "kata sala

Penulis: Yandi Triansyah | Editor: Candra Okta Della
SRIPOKU.COM/ IST
Aksi sweeping sejumlah sopir angkot di jalan Ki Ronggo Wirosantika ,Senin (21/8/2017). 

SRIPOKU.COM PALEMBANG - - Turunnya penghasilan yang melatari ratusan sopir angkot di Palembang beranjak rasa, Senin (21/8/2017) di DPRD Sumsel jalan POM IX Palembang.

Sopir Angkot mengaku sejak adanya taksi online beroperasi di Palembang, menyebabkan penghasilan mereka menurun drastis.

Bahkan uang setoran kurang, sehingga para sopir terpaksa memutar otak untuk menghidupi keluarga mereka.

"Setoran Rp 150 ribu sehari, kadang kadang sehari kita paling dapat Rp 110 ribu, artinya untuk setoran kepada yang punya mobil saja kurang, "kata salah seorang sopir Angkot KM5 Yanto.

Sehingga dirinya harus mengutang kepada bos pemilik mobil. Untuk menutupi biaya kebutuhan sehari hari.

" Sebelum ada taksi online penghasilan saya cukup. Setoran cukup, buat keluarga cukup,"katanya.

Padahal ia sudah narik mulai pukul 06.00 hingga 18.00 namun penghasilan jauh turun drastis.

"Pagi pagi sudah sedikit anak anak sekolah naik angkot sudah pada naik taksi online, "katanya.

Ket foto :Sopir Angkot masih mengelar unjuk rasa menolak keberadaan taksi online, Senin (21/8/2017) di DPRD Sumsel Jalan POM IX Palembang.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved