NEWS VIDEO SRIPO

Begini Aksi Penggerebekan Rumah Sindikat Pemalsuan Suku Cadang Motor

Sebuah rumah mewah yang dijadikan home industri oleh sindikat pemalsuan merek suku cadang atau sparepart untuk sepeda motor, berhasil digrebek petuga

Begini Aksi Penggerebekan Rumah Sindikat Pemalsuan Suku Cadang Motor
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Lima orang sindikat pemalsuan kemasan onderdil palsu di Perumahan The Green Permata Kecamatan Sukarami Palembang, Senin (14/8/2017). 

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Welly Hadinata

SRIPOKU.COM,PALEMBANG --- Sebuah rumah mewah yang dijadikan home industri oleh sindikat pemalsuan merek suku cadang atau sparepart untuk sepeda motor, berhasil digrebek petugas Sat Reskrim Polresta Palembang, Senin (14/8).

Dari penggrebekan di rumah berlantai dua nomor 2609 RT 45 RW 10 yang berlokasi di Jalan Letjen Harun Sohar Perumahan The Green Permata Kelurahan Kebun Bunga Kecamatan Sukarami Palembang, petugas mendapatkan seisi rumah rumah dipenuhi ribuan suku cadang yang sudah dikemas maupun yang belum dikemas sesuai merek.

Dari pantauan Sripo, di luar rumah yang juga dijadikan gudang ini dijaga empat ekor anjing. Di dalam rumah tampak atau suku cadang yang sudah dikemas dengan merek Honda, Yamaha, Suzuki, dan merek lainnya.

Kemasan onderdil yang dibuat sindikat pemalsuan ini sama seperti dengan kemasan onderdil merek yang asli dan tidak ada bedanya. Ditaksir omset penjualan sindikat pemalsuan merek onderdil ini mencapai miliaran rupiah.

Petugas mendapatkan ribuan bahkan puluhan ribuan onderdil yakni busi, rantai, lampu, kampas rem, kampas komling, dan suku cadang lainnya.

Selain itu juga petugas mendapatkan mesin-mesin untuk mengemas onderdil palsu, diantaranya mesin pres, mesin cetak kemasan, dan berbagai jenis plastik dan kertas dengan merek khusus untuk bahan kemasan suku cadang.

Lima orang yang berada di dalam rumah yang digrebek sedang melakukan kemasan berhasil diamankan. Diantaranya Franki (54) warga Polygon, Gandus sebagai pemilik, Yulianto (52) Jalan Kolonel Atmo sebagai karyawan, Amin (33) warga Mata Merah sebagai karyawan, Eman (35) warga setempat sebagai pegawai, dan Baidi (30) yang juga sebagai pegawai.

Tampak ada dua pria warga keturunan juga ikut diamankan petugas dan diduga sebagai pembeli barang-barang onderdil palsu.

"Memang saya menjual harga miring yang beda dengan harga resminya.
Seperti pack kopling dijual dengan harga Rp18 ribu, busi Rp 4 ribu dan pack rem 18 ribu.

Halaman
12
Penulis: Welly Hadinata
Editor: Igun Bagus Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved