Breaking News:

Pasar Sako Mandiri Disegel

Sejak Tahun 1985 Sudah Ada Masalah Ini Lika Liku Perkara Lahan Pasar Sako Mandiri

Menurut Rizal, pihaknya akan menempuh perkara istimewa di polda nantinya. Hal ini dilakukan supaya perkara yang sedang menimpa klinenya bisa transpara

sripoku.com/Yandi Triansyah
Garis polisi di pasang di halaman Pasar Sako Mandiri, Sabtu (12/8/2017) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kuasa Hukum Pasar Sako Mandiri Syamsu Rizal, langsung membentuk tim dan menentukan langkah hukum yang akan diambil, pasca disegelnya Pasar Sako Mandiri Palembang, Sabtu (12/8/2017).

Menurut Rizal, pihaknya akan menempuh perkara istimewa di polda nantinya. Hal ini dilakukan supaya perkara yang sedang menimpa klinenya bisa transparan.

"Kita korban ya, karena kita pihak pembeli lahan," katanya saat dihubungi.

Rizal mengatakan, tidak semua lahan Pasar Sako Mandiri disegel oleh pihak kepolisian. Sebab lahan yang sedang diperkarakan sekarang hanya berukuran 30x100 selebihnya tidak tersangkut masalah ini.

"Kita ada sertifikat dari total luas lahan Pasar Sako Mandiri miliki, jadi jangan seolah olah ada garis polisi semuanya disegel, tidak ya," katanya.

Menurut dia, lahan Pasar Sako Mandiri sudah berperkara sejak tahun 1985. Pihak Ibu Ely dan Bapak Subroto sama sama mengklaim sebagai pemilik yang sah atas kepemilikkan lahan tersebut.

Pada tahun 1998, ada tindakan saling gugat antara kedua belah pihak yang berperkara. Sejak tingkat pertama hingga kasasi dan sampai di MA dimenangkan oleh pihak ibu Ely.

Pada tahun 2012 akhirnya lahan tersebut dieksekusi dan sesuai keputusan pengadilan BPN mengeluarkan sertifikat baru untu ibu Ely.

Setelah beberapa kliennya membeli tanah tersebut pada tahun 2013. Kemudian dilakukan pembangunan Pasar Sako Mandiri ini.

"Setelah kita lihat ternyata ada laporan pak Subroto di Polda Sumsel mengenai lahan itu, dan inilah perkara yang sedang berperkara lagi, padahal sudah clear dan inkracht,"katanya.

Adanya kejadian ini, pihaknya terganggu secara psikologi. Begitu pula dengan pedagang yang telah menempati pasar dengan nyaman.

"Ada sekitar 150 an pedagang, sejak kemarin bertanya tanya dan kita yakinkan pedagang tetap bisa berjualan," katanya.

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: wartawansripo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved