Breaking News:

Pasar Sako Mandiri Disegel

Pasar Sako Mandiri Disegel Begini Awal Mula Perkara Itu Terjadi

Namun kasus ini bermula dari pembelian tanah oleh pihaknya kepada Ely. Namun ternyata Ely berperkara dengan Subroto dan terjadi saling gugat

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: wartawansripo
sripoku.com/Yandi Triansyah
Garis polisi di pasang di halaman Pasar Sako Mandiri, Sabtu (12/8/2017) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pihak pengelola pasar mengetahui kondisi pasar disegel,langsung mengambil langkah cepat.

Pengelola langsung mencari tim kuasa hukum untuk menyelesaikan persoalan yang ada, Sabtu (12/8/2017).

Pengelola Pasar Sako Mandiri, Saparudin mengatakan, pihak tidak tau menau mengenai perkara yang sedang menimpa pihaknya.

Namun kasus ini bermula dari pembelian tanah oleh pihaknya kepada Ely. Namun ternyata Ely berperkara dengan Subroto dan terjadi saling gugat pada tahun 1998.

Tapi sebelum pihaknya membeli tanah kepada ibu Ely, sepengatahuan pihaknya persoalan hukumnya sudah clear.

Mengingat hasil keputusan pengadilan dari tingkat pertama sampai kasasi dimenangkan oleh pihak Ely.

"Tahun 2013 sertifikat baru keluar atas keputusan pengadilan. karena kita lihat tak ada masalah lagi kita beli dan dibangun pasar," katanya.

Namun pada tahun 2007 ada laporan saudara Subroto di Polda Sumsel, terkait persoalan tanah tersebut. Dan menurut Saparudin inilah kasus yang sedang dilanjutkan itu.

"Kami tak menyangka pihak kepolisian melanjutkan perkara ini. padahal sudah inkracht," katanya.

Menurut dia, pihaknya membeli tanah dan membangun pasar sudah selesai dari proses hukum yang ada.

Sehingga pihaknya tak terlalu khawatir. Namun sejak kemarin sore, pedagang banyak bertanya kepada pihaknya. Mengenai adanya garis polisi dan papan yang dipasang di lokasi.

"Pedagang tetap boleh berjualan, jangan khawatir masalahnya sedang kita selesaikan," katanya saat ditemui di lokasi.

Ia meminta pedagang untuk tetap tenang dan terus berjualan. Sehingga tak menganggu pendapatan pedagang.

"Lahan pasar ini sudah kita beli dan memiliki sertifikat sah, apa lagi maslaahnya ? pedagang kita minta tenang dan terus berjualan," katanya. (*)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved