NEWS VIDEO SRIPO

Bensin Premium di Palembang Nyaris Punah Ini Penyebabnya

Ketersedian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) yang ada di Palembang semakin sedikit.

Bensin Premium di Palembang Nyaris Punah Ini Penyebabnya
Kontan/Muradi
Semakin banyak orang yang menggunakan bensin non subsidi. 

Pembatasan maupun keterlambatan distribusi premium merupakan penyebab utama tidak dijualnya lagi premium di SPBU itu.

"Premium udah dibatesi, waktu itu kami pesan 12 ton dan hanya dikirim 8 ton.

Pengantarannya juga lama, biasanya sehari ini bisa sampai dua hari nunggunya, jadi kami stop," ujar Endah.

Harga premium seharga Rp.6.450 dengan diperkenalkannya pertalite seharga Rp.7.700, terkadang masih ada warga yang menanyakan keberadaan premium.

" Ya, terkadang ada yang tanya tentang premium, kami bilang nggak ada, kata ibuknya ya udah berarti rata ya nggak ada lagi premium," tutupnya.

SPBU A. Yani ini menjadi SPBU percobaan pertama bersama dengan SPBU Golf Kenten untuk memperkenalkan pertalite dan perlahan-lahan menghapus penjualan premium.

"Harganya tidak berbeda jauh dengan premium, pertalite harganya Rp.7.700," tambah Danar.

Walaupun dengan perbedaan harga yang tidak mencolok, terkadang konsumen masih tetap menanyakan tentang keberadaan premium kepada petugas SPBU.

"Masih ada yang suka bertanya tentang premium maupun solar, tapi kami jawab tidak ada lagi dan mereka mengangguk hanya bertanya sekilas," tutupnya.

Simak Videonya :

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Igun Bagus Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved