Pustu Rusak Berat Diperioritas untuk Direhab

Pemkot Palembang akan memprioritaskan bangunan dan infrastruktur yang mengalami kerusakan berat.

Pustu Rusak Berat Diperioritas untuk Direhab
SRIPOKU.COM/SITI OLISA
Zuriyati SE MM, 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Berdasarkan hasil kunjungan walikota dan wakil walikota ke tengah masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang sudah menerima beberapa usulan perbaikan infrastruktur, lampu jalan, dan Puskesmas Pembantu (Pustu).

Berdasarkan usulan yang masuk, Pemkot Palembang akan memprioritaskan bangunan dan infrastruktur yang mengalami kerusakan berat.

Usulan-usulan masyarakat ini sudah masuk di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas PUKP, Bapeda, dan Dinas Kesehatan.

Adapun usulan yang sudah masuk adalah perbaikan 12 puskesmas pembantu, 43 titik usulan jalan dan saluran, dan 4 usulan mengenai lampu jalan.

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kota Palembang, Zuriyati SE MM, usai Rapat Sinkronisasi Usulan Masyarakat, Jumat (4/8) mengatakan, pihaknya sudah melakukan sinkronisasi dengan lembaga terkait untuk perbaikan yang diusulkan.

"Kami akan memprioritaskan usulan yang sudah mengalami kerusakan berat, seperti pustu. Ada 12 pustu yang harus diperbaiki, 4 diantarannya mengalami kerusakan berat dan 8 unit lainnya mengalami kerusakan ringan," ujarnya.

Zuriyati mengatakan, 4 pustu kategori rusak berat ini da di Sematang Borang, Kecamatan Sako Kelurahan Sako, pustu di Komplek Griya Harapan RSSA Multi Wahana, pustu Sukarami, dan pustu di kelurahan Srijaya Kecamatan Alang-Alang Lebar.

Sedangkan untuk 8 unit pustu lainnya mengalami rusak ringan.

"Untuk yang rusak berat akan diprioritaskan dan diusulkan untuk direhab pada 2018, sedangkan untuk pustu yang mengalami kerusakan ringan, pihaknya akan tetap mengusulkan dengan tetap mempertimbangkan keuangan yang dimiliki Pemkot. Kalau pun tidak dianggarkan, perbaikan akan tetap dilakukan melalui kegiatan rutin," ujarnya.

Sementara itu, intuk usulan masyarakat mengenai jalan dan saluran, pihaknya sudah melakukan sinkronisasi ke beberapa organisasi perangkat daerah PUPR, PERAKP dan Bappeda.

"Kalau tidak disinkronkan akan tumpang tindih, bahkan nantinya akan ada yang terlewatkan," ujarnya.

Zuriyati menjelaskan untuk perbaikan dan pembangunan jalan 4 meter ke atas masuk ke Dinas PUPR, jalan 4 meter ke bawah masuk ke Dinas PERAKP. Ada lagi usulan lampu jalan di beberapa titik.

"Intinya dari pertemuan tadi yang belum akan diusulkan dan yang sudah ada di teruskan, jika ada yang tumpang tindih akan disinkronkan. Ada juga yang diusulkan masyarakat sudah diusulkan melalui APBD 2017 atau sedang berjalan misalnya ada di Jl Moti," ujarnya.

Penulis: Siti Olisa
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved