Pabrik Pusri IIB Catat Kinerja Positif

Kinerja semester I, lima bulan terakhir Pusri II B realisasi produksi di atas 100 persen. Untuk rate amoniak sudah capai 108 persen dan Rate Urea 110

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Lokasi peresmian Pabrik Pusri II B. 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Meskipun baru beroperasi lima bulan terakhir, kinerja pabrik baru PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang, Pusri II B mulai mencatatkan kinerja yang positif.

Hal ini terlihat dari realisasi produksi pupuk Pusri IIB di semester I/2017 ini.

"Kinerja semester I, lima bulan terakhir Pusri II B realisasi produksi di atas 100 persen. Untuk rate amoniak sudah capai 108 persen dan Rate Urea 110 persen. Bahkan produksi malah sudah komersil atau dipasarkan untuk umum," ujar Direktur Produksi PT Pusri Palembang, Filius Yuliandi, Jumat (4/8/2017).

Walau tak menyebutkan secara detil besaran pupuk yang dihasilkan dari produksi Pusri IIB di semester I, Filius mengungkapkan bahwa penyaluran pupuk tetap sesuai mengikuti ketentuan Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan untuk Penyaluran pupuk PSO.

Saat ditanya mengenai jadwal persemian Pusri IIB, ia mengatakan bahwa saat ini pihak manajemen tengah menunggu jadwal Presiden Jokowi.

Dimana rencananya orang nomor satu di Indonesia tersebutlah yang akan meresmikan pabrik dengan nilai investasi miliaran rupiah tersebut.

"Kita masih tunggu jadwal pak presiden," ujarnya singkat.

Filius menambahkan, untuk di semester II ini pihaknya fokus pada peningkatan efisiensi dan pembangunan pabrik NPK.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pembangunan pabrik baru ini bertujuan untuk melakukan efisiensi dan merevitalisasi pabrik yang lama.

Kepasitasnya tetap sama tetapi lebih efisien saja sehingga PT Pusri bisa lebih kompetitif.

Dengan adanya Pusri IIB khususnya target produksi tahun depan akan lebih tinggi.

Pabrik Pusri IIB dilengkapi dengan teknologi terbaru. Selain ramah lingkungan juga hemat bahan baku gas yakni dengan rasio pemakaian gas per ton produk 31,49 MMBTU / ton Amonia dan 21,18 MMBTU / Ton Urea

Sementara itu, dijumpai di sela-sela kunjungan Menteri BUMN, Rini Soemarno di Zona 5 LRT Jakabaring, Palembang meminta untuk menjaga pabrik yang baru dengan baik, sehingga dapat terus bersaing di tengah persaingan bisnis yang sangat ketat saat ini.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved