Breaking News:

Menangkan Gugatan, PT KMA Tunggu Banding Bank BSB

"Terkait putusan itu, Bank SumselBabel sudah melayangkan surat untuk banding. Ini masalah kredit macet, kita punya data," kata M Adil.

Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/ABDUl HAFIZ
Dirut PT Karya Makmur Armada Rifai Thambrin didampingi kuasa hukumnya Idri Dungtjik SH dan Handi Hamid SH sebagai penggugat. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Meski telah memenangkan gugatan di Pengadilan Negeri Palembang, PT Karya Makmur Armada, perusahaan galangan kapal yang terlibat masalah sengketa kredit dengan bank pembangunan daerah sejak 2004, masih belum lega menunggu banding.

Pada Juli 2017 lalu, gugatan dari PT KMA itu dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Palembang atas sengketa kredit dengan Bank Sumsel Babel.

Namun kini, PT KMA masih menunggu kelanjutan peradilan dimana Bank Sumsel Babel itu tengah mengajukan upaya banding.

"Kami sudah menangkan peradilan atas gugatan kepada Bank Sumsel Babel. Kami menanti mereka yang sedang ajukan banding," ungkap Direktur PT KMA, Rifai Thambrin, Kamis (3/8/2017).

Kuasa Hukum PT KMA, Idri Dungtjik, mengatakan kliennya selaku penggugat telah menyerahkan 23 jaminan berupa tanah bersertifikat hak milik serta satu unit kapal barang (kargo) dan satu unit kapal tanker.

Barang jaminan itu hampir seluruhya terjual melalui Kantor Pelayanan Piutang Lelang Negara (KP2LN) kecuali kapal tanker dan kargo.

Secara hukum apabila kedua kapal tersebut laku dijual pada waktu lelang, secara langsung penggugat tidak mempunyai hutang lagi dengan Bank Sumsel Babel bahkan jika barang jaminan itu dijual secara benar uangnya masih lebih dan harus dikembalikan kepada penggugat.

"Bank SumselBabel sebagai penggugat, silahkan mengambil kapal yang belum terjual dan kembalikan Surat HGB klien kami SHGB No.120 Tanggal 17 Juli 1996 dan GS No.4361/1995 Tanggal 20 November 1995 atas nama Rifai Thambrin," ujarnya.

Mengenai permasalahan kapal yang hingga kini belum terjual dan kondisinya merosot dimakan usia bukanlah menjadi urusan kliennya selaku penggugat.

Sesuai ketentuan lelang jaminan kredit dengan telah ditandatanganinya surat penyerahan lelang dan diikuti dengan levering maka secara hukum tanggung jawab sudah berpindah ke tangan tergugat atau pihak Bank Sumsel Babel.

Menurutnya, sebelum menghadapi permasalahan kredit dengan Bank Sumsel Babel, kliennya dikenal sebagai pemimpin perusahaan yang memiliki catatan baik dan banyak bidang usaha seperti galangan kapal, perkapalan, bengkel kendaraan bermotor dan alat berat, konstruksi baja, pemasangan pipa minyak bawah laut.

"Putusan dari Pengadilan Negeri yang menyatakan klien kami menangi gugatan sudah cukup terpenuhi bagi kami. Kami menunggu upaya selanjutnya dari Bank Sumsel Babel dalam banding itu," terang Idri.

Terkait dengan pengajuan banding oleh Bank Sumsel Babel, Dirut Bank Sumsel Babel M Adil kepada Sripo membenarkan pihaknya telah melayangkan surat untuk banding.

"Terkait putusan itu, Bank SumselBabel sudah melayangkan surat untuk banding. Ini masalah kredit macet, kita punya data," kata M Adil.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved