Breaking News:

Jemaah Calon Haji Dibekali Gelang Antisesat

Ada yang spesial pada pemberangkatan haji tahun ini, berupa gelang yang biasa dikenakan oleh Jamaah Calon Haji (JCH) yang tadinya hanya satu gelang, t

Editor: Bedjo
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ilustrasi - Jemaah Calon Haji Sumsel melewati pemeriksaan bawaan di pintu SCP (Security Check Point) Gedung Serba Guna Asrama Haji Embarkasi Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ada yang spesial pada pemberangkatan haji tahun ini, berupa gelang yang biasa dikenakan oleh Jamaah Calon Haji (JCH) yang tadinya hanya satu gelang, tahun ini dibekali dua gelang sekaligus. Gelang ini bisa mendekteksi keberadaan jemaah, sehingga cepat diketahui bila tersesat.

Berita Lainnya:
Ada Perubahan Jadwal Jemaah Haji Embarkasi Palembang Terbang Malam Hari

"Gelang biasa yang terbuat dari besi masih dipakai, itukan manual. Nah gelang satunya lagi berbarcode yang terbuat dari kertas tapi tahan air," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan melalui Kasubbag Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Provinsi Sumsel H Saefudin di ruangannya, Selasa (1/7).

Gelang berbarcode tersebut, untuk pertama kalinya digunakan, tak hanya untuk embarkasi Palembang, tapi juga seluruh Indonesia bahkan dunia. "Ini terkoneksi dengan Arab Saudi. Gelang ini pula bisa menunjukkan lokasi jamaah, hotel atau penginapan jamaah, nomor visa, kloter berapa dan lain sebagainya," tambahnya. "Jika nanti jamaah tersesat nanti langsung gelang dibarcode dan langsung ketahuan jamaah mana dan lain sebagainya," timpalnya.

Gelang barcode tersebut, lanjut pria yang disapa Udin ini merupakan keinginan dari Pemerintah Arab Saudi. Selain untuk kenyamanan JCH, juga agar Pemerintah Arab Saudi dapat cepat mendeteksi keberadaan jamaah.

"Dibuatnya tetap di Asrama Haji, Pemerintah Arab mungkin mengirimkan bahan dasarnya, kita disini melakukan pengeprintan," ungkapnya.

Saefudin mengatakan hingga kemarin sudah seribu lebih gelang yang telah selesai dibuat untuk tiga kloter haji. Artinya, sambung Saefudin sekitar 16 kloter lagi gelang tersebut masih dalam proses pembuatan. "Target selesai secepatnya, sebelum jamaah berangkat dipastikan gelang sudah selesai," ujarnya.

Tahun ini embarkasi Palembang dijadwalkan berangkat pada sore hari bahkan jelang malam. Ini berbeda dari tahun lalu yang diberangkatkan pada pagi hari.

"Kebijakan haji semua dari Pemerintah pusat, dari penyusunan kloter, sampai dengan delay tidak bisa diatur per embarkasi. Kalau tahun-tahun sebelumnya ada yang berangkat dini hari, siang bolong, pagi dan lain sebagainya, jadi kita ikuti ketentuan yang ada," tukasnya. (wet)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved