Tiga Wartawan di Palembang Ini Mendadak Buta. Berjalan Menuju Tempat Makan Pun Harus Dibantu

"Penyandang disabilitas itu butuh penghormatan dan pemenuhan hak asasi manusia," ungkap Jonna Damanik

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Para wartawan mengikuti internalisasi merasakan kebutaan sesi makan pada pelatihan panduan media untuk pemberitaan pemilu Akses KPUD Provinsi Sumsel di Hotel Arista, Jumat (28/7/2017). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Jonna Damanik, Konsultan Media Agenda mengingatkan agar media menyampaikan bahasa pemberitaan terhadap kelompok disabilitas dengan baik.

"Penyandang disabilitas itu butuh penghormatan dan pemenuhan hak asasi manusia," ungkap Jonna Damanik saat memberikan materi tentang memahami disabilitas dan hak politiknya pada pelatihan panduan media untuk pemberitaan pemilu Akses KPUD Provinsi Sumsel di Hotel Arista Palembang, Jumat (28/7/2017).

Para wartawan diajak internalisasi dengan ditutup mata beriringan dan berpegangan tangan di pundak dari lantai 1 menuju restoran hotel dan dibimbing ke meja makan masing-masing.

Para wartawan mengikuti internalisasi merasakan kebutaan berjalan beriringan pada pelatihan panduan media untuk pemberitaan pemilu Akses KPUD Provinsi Sumsel di Hotel Arista, Jumat (28/7/2017).
Para wartawan mengikuti internalisasi merasakan kebutaan berjalan beriringan pada pelatihan panduan media untuk pemberitaan pemilu Akses KPUD Provinsi Sumsel di Hotel Arista, Jumat (28/7/2017). (IST)

Dibantu disiapkan sepiring nasi, sendok dan garpu, air minum.

Selama makan tetap mata tertutup merasakan seperti halnya penyandang tuna netra.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved