Tiga Tersangka OTT Sertiifikasi Guru Dijerat UU Tipikor Tentang Gratifikasi

"Jadi jika para guru bersangkutan tidak memberikan tips, maka oleh oknum-oknum pegawai Disdik tersebut akan dibuat lama prosesnya. "

Tiga Tersangka OTT Sertiifikasi Guru Dijerat UU Tipikor Tentang Gratifikasi
SRIPOKU.COM/DARWIN SEPRIANSYAH
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto saat ungkap kasus di Mapolda Sumsel, Selasa (25/7/2017) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tiga tersangka kasus pungutan liar (pungli) sertifikasi guru, yakni Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Pendidik (PTK), Syahrial Effendi dan Kasi PTK SMA Kusdinawan, serta Asni selaku Staf Pendidik dan Tenaga Pendidikan, dipastikan bakal dikenakan Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) tentang Gratifikasi.

Saat ini ketiganya sudah ditahan di Mapolda Sumsel dan digabung bersama tahanan umum lainnya. Setelah dilakukan pemeriksaan intensif ketiganya terbukti melakukan pungli dengan modus mempersulit pengurusan sertifikasi guru.

Penyataan itu diungkapkan Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto MSi di Mapolda Sumsel, Selasa, (25/7/2017).

"Jadi jika para guru bersangkutan tidak memberikan tips, maka oleh oknum-oknum pegawai Disdik tersebut akan dibuat lama prosesnya. Kasihan gurunya sudah jauh-jauh dari daerah tapi tidak diurus, itulah alasan mereka mau memberikan itu," katanya.

Dikatakan, setelah menetapkan oknum tiga orang tersangka Pegawai Negeri Sipil (PNS) Disdik tersebut, pengembangan dilanjutkan dengan mendalami barang bukti yang dikumpulkan.

"Kita masih mendalami ada atau tidaknya keterkaitan kasus ini terhadap Kepala Dinas Pendidikan Sumsel (Drs Widodo). Kita sudah layangkan surat pemanggilan, Rabu (hari ini, red) diperiksa," kata Agung.

Sementara Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Prasetijo Utomo menambahkan, ada enam amplop yang disita dari ruang kerja Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Disdik Sumsel. Enam amplop tersebut berasal dari enam sekolah yang berbeda, dengan isi uang tunai dengan nominal dari Rp 2-10 juta per amplop, termasuk uang tunai sejumlah Rp36,65 juta di dalam tas pribadi Syarial Effendi. Jadi total nominalnya mencapai 52 juta.
"Uang itu diantaranya berasal dari SMA di Palembang, Pagaralam dan sebagainya. Besaran nominalnya berbeda-beda. Paling kecil isi amplop dari sekolah itu Rp 2 juta dan paling besar Rp10 juta. Selain itu juga ada amplop isi uang dari individu yang isinya bervariasi," kata Prasetijo.

Ditegaskan Prasetijo, ketiga tersangka yang telah ditetapkan sebagai tersangka ini akan dikenakan pasal 11 dan 12 huruf (a) (b) UU Korupsi. Sesuai UU Tipikor, Pasal 11 yang juga mengatur soal pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji. Padahal, patut diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya atau yang menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungan dengan jabatannya. Pelanggar pasal ini terancam hukuman minimal satu tahun dan maksimal lima tahun penjara. Kemudian, denda minimal Rp 50 juta maksimal Rp 250 juta.

Sementara Pasal 12 huruf a menyebutkan pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji, padahal patut diduga hadiah tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya.

Sedangkan Pasal 12 huruf b menyatakan, pegawai atau penyelenggara negara yang menerima hadiah padahal patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya. Pegawai negeri atau penyelenggara negara yang terjerat Pasal 12 huruf a atau huruf b ini terancam hukuman penjara seumur hidup atau pidana paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun. Kemudian, denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.
"Guna melengkapi berkas-berkas kita juga akan segera memanggil para kepala dan guru sekolah yang bersangkutan untuk dimintai keterangan pemberian uang dalam amplop tersebut dan isinya itu," tegas Prasetijo. (das)
2 Lampiran

Klik di sini untuk Balas, Balas ke semua, atau Teruskan
10,44 GB (69%) dari kuota 15 GB telah digunakan
Kelola
Persyaratan - Privasi
Aktivitas akun terakhir: 6 menit yang lalu
Terbuka di 1 lokasi lainnya Detail


4 lainnya
Foto profil Darwind Sepriyansyah
Darwind Sepriyansyah
Sosiologi
Foto terkini
Lihat foto dalam pesan
Lihat foto dalam pesan
Lihat foto dalam pesan
Tampilkan detail
Item diperkecil.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved