Bangunan Kios Penampungan Belum Layak, Pedagang Harus Memperbaiki Sendiri
Berdasarkan pantauan di lapangan, lapak kaki lima yang berada tepat di depan Pasar Cinde masih seperti saat pengundian, belum dipasang meja dan fasili
Penulis: Siti Olisa | Editor: Sudarwan
Laporan wartawan Sriwijaya Post, Siti Olisa
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Relokasi pedagang Pasar Cinde yang seharusnya dijadwalkan hari ini harus diundur karena belum adanya fasilitas di lapak dan kios yang sudah disiapkan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, lapak kaki lima yang berada tepat di depan Pasar Cinde masih seperti saat pengundian, belum dipasang meja dan fasilitas lainnya.
Sedangkan kios-kios yang berada di samping kiri dan kanan pasar masih butuh perbaikan, karena bangunan yang disediakan oleh PT Magnabeatum tersebut, sangat tidak layak untuk menempatkan barang dagangan karena pintu-pintunya tidak terlalu kokoh, sehingga dikhawatirkan barang-barang pedagang mudah diambil orang.
Hal ini juga diakui oleh para pedagang.
Salah satu pedagang Pasar Cinde, Samsu, saat ditemui di tempatnya berjualan, Senin (24/7/2017) mengatakan, belum ada listrik dan air yang merupakan fasilitas utama.
"Kami harus melakukan perbaikan kios dulu, karena kalau harus menempati kios yang sekarang dikhawatirkan barang dagangan kami akan dengan mudah diambil orang," ujarnya.
Samsu mengatakan, pihaknya akan melakukan pembangunan kios menjadi bangunan semi permanen, setelah itu baru akan mulai pindah.
"Untuk membangun dan memperbaiki kios ini kami diberikan waktu sekitar satu minggu, setelah semuannya selesai baru akan pindah. Kami juga sedang menunggu pemerintah untuk melengkapi fasilitas listrik dan air karena semuannya belum ada, bagaimana kami akan pindah," ujarnya.
Samsu mengatakan, berdasarkan informasi, relokasi ke tempat penampungan akan mulai dilakukan pada 30 Juli mendatang.
"Jika semuanya sudah selesai dan fasilitas terpenuhi kami akan segera pindah ke penampungan. Para pedagang akan berada di penampungan ini paling cepat selama 1,5 tahun dan paling lama selama 3 tahun," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pasar Cinde Palembang, Indra Nopransyah, mengatakan, relokasi akan dilakukan secara bertahap, bagi pedagang yang sudah setuju dengan bangunan yang dibangun saat ini bisa langsung pindah, tapi jika ingin melakukan perbaikan terlebih dulu juga dipersilakan.
Untuk relokasi ini, Indra mengatakatan, pihaknya sudah menyiapkan 598 tempat, yang terdiri dari 310 unit kios dan sebanyak 288 unit lapak.
"Jumlah ini sesuai dengan jumlah pedagang aktif, sedangkan kios dan gudang yang tidak ditempati tidak kami masukkan," ujarnya.
Indra mengatakan, ada beberapa pedagang yang selama ini berjualan di lapak paling depan tidak mendapatkan nomor undian meskipun tergolong aktif.
"Mereka ini dulunya mendapatkan izin berdagang dari pemerintah sebelumnya namun tidak masuk ke dalam data pedagang yang kami kelola. Jika ada kesediaan losnya akan kita prioritaskan, setelah semua pedagang yang dalam pengelolaan kita menempati tempat. Awal Agustus mulai pengerjaan Pasar Cinde artinya semua pedagang sudah harus sudah pindah ke tempat penampungan," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kios-penampungan-sementara-pasar-cinde-palembang_20170724_145210.jpg)