Breaking News:

Update SFC

Jelang Pertandingan, Gresik United Rekrut Mantan Staf Pelatih Sriwijaya FC, Demi Amankan Poin

maka Gresik pun melakukan beberapa persiapan, termasuk merekrut mantan jajaran Pelatih Sriwijaya FC.

Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM/HENDRA KUSUMA
Coach Hartono Ruslan saat memberikan pengarahan kepada pemain 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Langkah pertama menyasar sektor pelatih. Posisi asisten pelatih yang sebelumnya SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Jika tim Sriwijaya FC yang bertolak ke Gresik dengan membawa 20 pemain dan akan tampil full team, menghadapi Gresik United, di Gresik, Senin (24/7) pukul 18.30, maka Gresik pun melakukan beberapa persiapan, termasuk merekrut mantan jajaran Pelatih Sriwijaya FC.

Perombakan memang dilakukan manajemen Gresik. Jika sebelum asisten Pelatih ditempati Suwandi HS, kini manajemen menunjuk bergabungnya Khusairi.

“Persegres mulai sore ini resmi mengganti posisi asisten pelatih, dari Suwandi ke Khusairi. Posisi Hanafi tetap menjadi pelatih kepala. Pudji Handoko (asisten pelatih lain) dan Ahmad Nurosadi (pelatih kiper) tetap,” ujar media officer Persegres, Sahlul Fahmi seperti dilansir dari kompas.com, Jumat (21/7/2017).

Selain berdalih penyegaran menjelang pertandinga lawan Sriwijaya nanti, nama terakhir sempat membantu Widodo Cahyono Putro, dalam menangani Sriwijaya FC sebelum Liga 1 dimulai.

BEGINI KATA HARTONO RUSLAN SOAL KEKUATAN GRESIK UNITED

Tentunya Khusairi diharapkan menjadi pintu masuk bagi Gresik untuk mengoreksi dan mengetahui kelemahan tim asal Palembang ini.

“Selain itu, Khusairi memiliki pengalaman yang mumpuni dalam melatih sehingga diharapkan mampu mengangkat prestasi Persegres di putaran kedua nanti,” ucap Sahlul.

Dari kubu Sriwijaya FC, Hartono Ruslan mengaku tidak ada persoalan dalam skuadnya, semua pemain bisa diturunkan saat laga dilangsungkan nanti.

"Kita tidak ada persoalan dengan pemain, semua bisa tampil dan full team, jadi tidak ada masalah dan tidak ada persoalan. Yang jelas kita semua optimis bisa merebut poin di Gresik, pemain semuanya mau bekerja keras," ujar Hartono.

Bicara soal, hasil imbang lawan Bali, diakuinya Sriwijaya FC hanya kurang beruntung, karena banyak peluang bahkan dua peluang di depan gawang, bahkan tiga kali tembakan, tetapi semuanya tidak jadi gol.

Sementara itu dari tim lawan Gresik mendatangkan pemain di sektor depan.

Hal ini dilakukan untuk menutup lubang sepeninggal Satria Tama yang memperkuat tim nasional U-22 Indonesia, Persegres menyeleksi dua penjaga gawang, Choirun Nasirin dan Firmansyah.

“Untuk posisi penyerang, saat ini juga sudah ada dua pemain seleksi asal Papua, yakni Ananias Fingkrew dan Ferry Kabeth. Ananias sebelumnya main di PSPS Pekanbaru, dan Ferry main di PS Mataram,” tutur Sahlul.

Gresik akan hijrah, dan Sriwijaya FC pun juga mau tak mau akan bermain di tempat yang bukan markas sang lawan, atau lebih tepatnya bisa dikatakan netral, meski diprediksi suporter Gresik tetap akan memenuhi stadion.

Mereka memainkan laga tersebut di Stadion Surajaya, Lamongan, karena GOR Tri Dharma yang berada dalam satu kompleks Stadion Petrokimia digunakan untuk menggelar Asian Men's Volleyball Championship 2017.

Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved