Buya Menjawab

Ziarah ke Makam Orang-orang Tua

Bagaimana tata cara berziarah ke kuburan orang-orang tua, termasuk kakek dan nenek kita yang sudah lama meninggal dunia. Mohon bimbingannya buya.

Ziarah ke Makam Orang-orang Tua
SRIPOKU.COM/SYAHRUL HIDAYAT
Ilustrasi - Sejumlah siswa SMP Assanadiyah Palembang menggelar Wisata Duha melakukan ziarah ke Makam Pahlawan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Senin (10/11/2014). 

Assalamualaikum.Wr.Wb.
SRIPOKU.COM - BUYA, bagaimana tata cara berziarah ke kuburan orang-orang tua, termasuk kakek dan nenek kita yang sudah lama meninggal dunia. Mohon bimbingannya buya.
Terimakasih. 08137939xxxx

Berita Lainnya:
Tak Banyak yang Tahu, Ternyata ini Alasan Pentingnya Ziarah ke Makam Orangtua yang Sudah Tiada

Jawab:
Assalamualaikum.Wr.Wb.
KETIKA hendak berziarah, maka pertama yang dilakukan adalah;

Pertama, meluruskan niat sebagaimana Imam Qurthubi didalam tafsirnya menyatakan; "Hendaknya ketika berziarah, seseorang berniat untuk menggapai keridhaan Allah, memperbaiki hati yang rusak atau memberikan manfaat kepada mayit dengan membacakan Al-Quran atau berdoa di makamnya." (Abu ‘Abdillah Muhammad bin Ahmad Al-Anshari Al-Qurthubi, Al-Jami'u Li Ahkamil Quran, juz 20, Darul Ihyait Turatsil 'Arabi, hal 171.)

Kedua, kehadiran hati untuk dapat memetik hikmah dari ziarah, yaitu memetik pelajaran yang dapat melunakkan hati yang kasar sehingga kekerasan hati seseorang dapat luluh dan menitiskan air mata sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Majah ra. bahwa Sayidina Utsman bin 'Affan menangis sehingga jenggotnya basah jika berdiri di depan sebuah makam.

Ketiga. Seseorang yang akan berziarah hendaknya suci dari hadats kecil dan hadats besar dan najis. Karena ketika berziarah dianjurkan untuk berdoa, dan doa dalam keadaan suci akan mudah di ijabah Allah SWT.

Keempat, ketika memasuki area pekuburan hendaknya mengucapkan salam secara umum: "assalamu’alaikum yaa ahlal quburi, yaghfirullaahulanaa wa lakum antum salafnaa wa nahnu bil atsari” Artinya: "Salam sejahtera bagi kalian wahai penghuni kubur, semoga Allah mengampuni kami dan kalian. Kalian adalah pendahulu kami dan kami akan menyusul," (HR.Tirmizi)

Kelima, tidak menginjak, melangkahi ataupun duduk di atas sebuah makam. Sebagaimana Rasulullah SAW. bersabda: "Sesungguhnya jika salah seorang di antara kalian duduk di atas bara api hingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas sebuah makam." (HR.Muslim, Abu Dawud, Nasai dan Ibnu Majah)

"Sesungguhnya jika aku menginjak bara api, atau pedang yang tajam atau menjahid alas kaki dengan kulit kakiku, lebih kusukai
daripada menginjak (melangkahi) sebuah makam." (HR Ibnu Majah)

Keenam, ketika mau menuju makam yang kita tuju menurut para ulama, Imam Qurtubi di dalam Tafsirnya beliau berkata: "Seorang peziarah hendaknya mendatangi makam yang dia kenal (yang dituju), dari arah wajahnya (membelakangi kiblat) dan segera mengucapkan salam kepadanya. Sebab, menziarahi makam seseorang adalah seperti bercakap-cakap dengannya semasa hidup. Jika masih hidup, kita akan berbicara dengan menghadapkan wajah ke arahnya, maka setelah wafat, hendaknya kita melakukan hal yang sama dalam menziarahinya."

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved