Anak-anak Muda yang Melawan Tradisi Kawin Lari

Anak-anak muda ini berusaha mewujudkan mimpinya, meski itu berarti mereka melawan 'tradisi'. Lulu (13) nampak antusias berada di sekeliling teman-tem

Anak-anak Muda yang Melawan Tradisi Kawin Lari
wonderful_7 - blogger
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM , LOMBOK BARAT - Anak-anak muda ini berusaha mewujudkan mimpinya, meski itu berarti mereka melawan 'tradisi'.

Berita Lainnya:
Bujuk Gadis 17 Tahun Kawin Lari, Dalam Perjalanannya Darno Sudah Berat Ujung

Lulu (13) nampak antusias berada di sekeliling teman-temannya dalam sebuah ruang tamu rumah. Dia bersama teman-temannya secara seksama mengulangi percakapan yang diminta oleh pengajarnya, Hamdi.

“I study english for success in the future,” kata Lulu dan kawan-kawannya yang mengulangi ucapan Hamdi.

Kata-kata tersebut untuk memantik semangat para anak-anak di Desa Jagaraga Indah, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Menggelorakan semangat untuk masa depan yang lebih baik ini sekaligus untuk mengentaskan persoalan pernikahan usia anak di Lombok Barat.

Persoalan ini menjadi pelik karena masyarakat Lombok Barat yang sebagian besar berasal dari Suku Sasak memiliki tradisi pernikahan yang ‘mendukung’.

Tradisi itu disebut merarik kodek atau kawin lari. Tak sedikit anak-anak perempuan dibawa lari oleh pasangan prianya untuk menikah. Bila itu terjadi, maka akan sulit dipisahkan dan digagalkan.

“Aku menolak nikah usia anak,” kata Lulu kepada Kompas.com di Desa Jagaraga Indah, Lombok Barat, NTB, Rabu (12/7/2017).

Lulu yang bersekolah di pondok pesantren berpendapat bahwa menikah di usia anak berdampak buruk bagi kesehatan reproduksi. Pengetahuan ini didapat dari sekolah pun teman-teman yang tergabung dalam aliansi “Yes I Do” bentukan Plan Internasional Indonesia bersama Rutgers WPF Indonesia dan Aliansi Remaja Independen (ARI).

Penanaman pemikiran pertentangan pernikahan usia anak dianggap sebagai bagian dari mengubah pola pikir. Sebab, pernikahan usia anak ini juga bagian dari merusak generasi penerus.

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved