Dapat Slip Biru dan Pilih Bayar Tilang di Bank, Gadis Ini Kaget Lihat Nominal yang Harus Dibayarnya 

Di kejari ini, masyarakat yang ingin membayar denda tilang cukup menyerahkan slip tilang warna merah kepada petugas jaga. Antri sebentar, nama mereka

Dapat Slip Biru dan Pilih Bayar Tilang di Bank, Gadis Ini Kaget Lihat Nominal yang Harus Dibayarnya 
net
Ilustrasi 

Ia melihat nominal amar putusan denda yang harus dibayar sebesar Rp 50.000.

Jauh lebih murah dibandingkan saat membayar langsung di pengadilan ataupun kejaksaan, berdasarkan pengakuan narasumber Sripo lainnya.

"Jadi waktu itu saya langsung ambil sisa titipan denda tilang Rp 252.000 (dari titipan awal Rp 302 .000). Caranya cukup tunjukkan KTP atau SIM," ungkapnya.

Baca:

Kembali Kerumah, Pria Ini Syok Lihat Istrinya Lagi Begini dengan Orang Tuanya

Sampai di Bandara, Ternyata Ada Hal Unik Terjadi antara Selamat dan Rohaya

Dari pengakuan petugas bank pun diketahui kalau ada beberapa masyarakat juga yang membayar dan mengambil titipan denda tilang melalui bank dan jumlahnya tidak terlalu besar.

Bahkan ada yang membayar titipan denda paling besar hingga Rp 1 juta, tapi amar putusannya kena Rp 100 ribu, sehingga Rp 900 ribu bisa diambil kembali.

"Tapi syarat pengambilannya memang harus punya rekening dahulu. Jadi kita bisa langsung transfer, tidak bisa dicairkan tunai. Kalau belum ada rekening, diarahkan untuk bikin dahulu," kata petugas bank BRI di cabang seberang ulu. 

Sementara, Riyan mengaku pernah juga ditilang karena melanggar lampu merah dan tidak membawa SIM.

Hanya saja waktu itu, ia mendapatkan slip merah dan harus mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Klas 1/A Palembang. Jumlah denda yang harus dibayarkan jauh lebih besar hingga lebih dari dua kali lipat dibandingkan DD tadi, meski kasusnya sama.

"Seingat aku waktu itu bayarnya sekitar Rp 120.000, dua pasal," ucap Riyan.

Namun Riyan menyadari bisa jadi setiap hakim memiliki pertimbangan tersendiri dalam setiap perkara sidang tilang, hingga tidak semua pelanggar mendapatkan amar putusan denda dengan nominal yang sama.

Hanya saja, terlepas dari itu ia tetap mengeluhkan kenapa pembayaran denda di pengadilan tidak transparan dan cukup repot.

"Petugasnya langsung sebut angka (jumlah yang harus dibayar), tidak ngasih struk atau apalah namanya," ucap Riyan.

Hal yang sama juga terjadi saat pembayaran denda tilang di Kejaksaan Negeri Palembang (bagi yang tidak sempat ikut sidang di pengadilan), pelanggar juga rata-rata membayar denda tilang di atas Rp 120 ribu.

Serupa dengan petugas di pengadilan, petugas kejaksaan pun langsung menyebut nominal yang harus dibayar tanpa ada bukti putusan hakim dan pelanggar pun percaya dan tidak bertanya lagi.

"Kita percaya saja. Tapi kalau mau lebih baik, ya memang harus transparan," ucap salah seorang warga. 

Prosesnya Lama 

Prosedur pembayaran denda tilang melalui Bank BRI, ternyata masih cukup dikeluhkan masyarakat Palembang.

Kendati nyatanya nominal denda yang harus dibayarkan lebih transparan dan murah dibandingkan melalui proses sidang dan bayar di pengadilan atau kejaksaan, tapi pembayaran di bank dinilai prosesnya memakan waktu lama dan berbelit-belit.

Pengalaman DD (identitas minta disamarkan), yang mengurus pembayaran denda tilang melalui bank, disebutkan kalau ia harus bolak-balik ke kantor bank dan Kejaksaan Negeri Palembang. Belum lagi, proses pegeluaran

"Surat keterangan pelanggar lalu lintas yang berhak mengambil sisa titipan denda tilang di Bank BRI," dari pihak kejaksaan dianggap prosesnya sangat lama.

"Lamo nian nunggu surat keterangan untuk ambil sisa titipan denda itu, dari jam 9 pagi baru selesai pukul 11 siang," katanya.

Pantauan Sripo, masyarakat yang membayar denda tilang di kejaksaan, rata-rata karena tidak bisa mengikuti proses sidang di pengadilan.

Jadi barang bukti sitaan, baik berupa SIM ataupun STNK, sudah dilimpahkan ke kejaksaan negeri. Namun jika barang bukti itu tidak juga diambil di Kejari setelah lewat dari batas waktu (pada umumnya 1 tahun - 3 tahun), maka berkas akan dimusnahkan untuk mengindari penyalahgunaan.

Di kejari ini, masyarakat yang ingin membayar denda tilang cukup menyerahkan slip tilang warna merah kepada petugas jaga. Antri sebentar, nama mereka pun akan dipanggil untuk melakukan pembayaran dan mendapatkan kembali SIM/STNK yang disita.

Baca:

Tragis! Dihantam Truk, Satu Keluarga Belitang Ini Tewas di Tempat

Terungkap, Ternyata Ini Latar Belakang Sonia Ristanti Istri Muzammil Qari Merdu Alumnus ITB

Heboh Beredar Foto Ayah Kandung Ayu Ting Ting yang Sebenarnya, Apa Kabar Ayah Rozak?

Hanya saja petugas jaga tidak transparan, karena tidak memberikan bukti pembayaran sah.

Namun dari beberapa pelanggar diketahui, mereka rata-rata harus membayar Rp 125.000.

Berbeda dengan slip biru meski nyatanya lebih murah dan transparan, dikatakan DD, tapi prosesnya memang cukup berbelit-belit.

Pertama dia harus menyetor uang titipan dahulu ke Bank BRI. Kemudian setelah itu menyerahkan bukti setor ke Kejaksaan untuk mengambil barang sitaan. Selanjutnya satu minggu kemudian, diminta datang kembali untuk mengambil 

"Surat keterangan pelanggar lalu lintas yang berhak mengambil sisa titipan denda tilang di Bank BRI"

"Dari surat keterangan itulah kita baru bisa mengambil sisa titipan denda tilang di bank. Itupun harus punya rekening bank dulu," jelasnya. (Darwin/Sripoku.com)

Penulis: Darwin Sepriansyah
Editor: Candra Okta Della
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved