Dengan Alasan Diperintah Hantu, Pria Ini Nekad Potong Telinga Putri Balitanya

Seorang pria mabuk mengiris telinga putrinya yang berusia tiga tahun setelah diduga berhalusinasi tentang orang asing yang mengancam akan membunuhnya

Dengan Alasan Diperintah Hantu, Pria Ini Nekad Potong Telinga Putri Balitanya
(Mirror)
Amrit Bahadur (35), pria yang memotong telinga anak tirinya yang masih balita. 

SRIPOKU.COM, NEW DELHI - Seorang pria mabuk mengiris telinga putrinya yang berusia tiga tahun setelah diduga berhalusinasi tentang orang asing yang mengancam akan membunuhnya jika dia tidak membuatnya menangis.

Istrinya mendukungnya, dengan mengatakan bahwa hantu memaksa suaminya untuk menyerang anak perempuan mereka.Seorang pria tega memotong kedua telinga anak tirinya yang masih balita dengan alasan diperintahkan oleh hantu.

Sebuah video yang diunggah harian The Times of India lewat situs resminya menceritakan kisah tragis yang menimpa Bina, balita berusia tiga tahun itu.

Kepolisian New Delhi mengatakan Amrit Bahadur (35) memang menyerang bocah perempuan itu dan nyaris memotong lehernya ketika polisi tiba.

Saat diamankan, Bahadur mengatakan, pada Kamis (22/6/2017) sekitar pukul 02.00 beberapa hantu menghampirinya dan meminta dia  membuat Bina menangis atau anak itu mati.

Dalam upaya menyenangkan para "hantu" itu, Bahadur menyiramkan air ke tubuh Bina yang membuat anak itu menangis.

"Tapi Bahadur mengaku para hantu itu malah meminta darah. Sehingga dia memotong sedikit telinga Bina. Namun, hantu meminta seluruh telinga bocah itu," ujar Bahadur seperti ditirukan seorang petugas kepolisian.

Akibat kedua telinganya dipotong, Bina menangis tak tertahankan sehingga membangunkan seluruh keluarga dan tetangganya.

Akibat keributan di tengah malam itu, seorang tetangga kemudian memanggil polisi.

Melihat apa yang dilakukan Bahadur kepada Bina, keluarga bocah itu mencoba menghentikan pria tersebut yang justru malah balik menyerang.

amrit bahadur,s daugter (right)
amrit bahadur,s daugter (right) ()
Halaman
123
Penulis: Budi Darmawan
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved