KPK OTT di Bengkulu

Dugaan Korupsi Ridwan Mukti, KPK Periksa Rekaman CCTV dan Geledah 7 Lokasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan bahwa Tim Penyidik KPK telah melakukan penggeledahan di tujuh lokasi dalam penyidikan tindak pidana kor

Dugaan Korupsi Ridwan Mukti, KPK Periksa Rekaman CCTV dan Geledah 7 Lokasi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti (kedua kiri) yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) dikawal petugas saat digelandang ke gedung KPK, Jakarta, Selasa (20/6/2017). KPK mengamankan lima orang diantaranya Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, Istri Gubernur Bengkulu Lily Martiani Maddari dan tiga orang dari pihak swasta (pemberi suap). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

SRIPOKU.COM--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan bahwa Tim Penyidik KPK telah melakukan penggeledahan di tujuh lokasi dalam penyidikan tindak pidana korupsi suap kepada Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti yang kini non-aktif terkait proyek jalan di dua kabupaten di Bengkulu.

"Penyidik kemarin menggeledah di tujuh lokasi terkait penyidikan tindak pidana korupsi suap terkait proyek-proyek di lingkungan Provinsi Bengkulu Tahun Anggaran 2017," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedyng KPK, Jalan HR Rasuna Said Kuningan Jakarta, Kamis.

Tujuh lokasi yang digeledah itu, antara lain dua rumah dan satu kantor milik tersangka Jhoni Wijaya (JHW) di kota Bengkulu dan Kabupaten Rejang Lebong; kantor tersangka Rico Dian Sari (RDS) di kota Bengkulu; kantor Gubernur Bengkulu; rumah pribadi tersangka Ridwan Mukti (RM) dan kantor Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu.

Menurut Febri, empat anggota Tim Penyidik KPK menggeledah secara paralel antara pukul 11.00 hingga 01.00 WIB dinihari di tujuh lokasi tersebut.

"Penyidik KPK menyita sejumlah dokumen proyek dan barang bukti elektronik berupa telepon seluler dan kamera pemantau (close circuit television/CCTV) dari lokasi penggeledahan itu," ujarnya.

KPK juga telah menetapkan empat orang tersangka dugaan tindak pidana korupsi terkait komisi (fee) proyek jalan di dua kabupaten.

Diduga sebagai penerima suap adalah Gubernur Bengkulu 2016-2021 (kini kon-aktif) RM, Lily Martiani Maddari (LMM), istri RM, (RDS yang berprofesi sebagai pengusaha, serta Direktur PT Statika Mitra Sarana, JHW.

Editor: Candra Okta Della
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved