Sinyal GPS Hilang, Pemudik Balik Arah Terpaksa Bertanya di Pos Pam Pendopo

Lilah (32) pemudik dari Jakarta, mengatakan ia terpaksa memutar arah kendaraannya karena GPS mengalami gangguan sinyal.

TRIBUN SUMSEL/ARI WIBOWO
Lilah(32) pemudik dari Jakarta, mengatakan ia terpaksa memutar arah kendaraannya karena GPS mengalami gangguan sinyal dan bertanya Di posko pemudik simpang 5 Pendopo. 

SRIPOKU.COM, PALI - Pemudik yang berasal dari luar daerah Sumatera Selatan (Sumsel) seperti Lampung, Pulau Jawa dan lainnya, dengan tujuan kota Bangko, Muara Bungo, Pekan baru, dan kota Padang (sumatera barat) dengan melalui sejumlah jalur di sejumlah wilayah Sumsel kebingungan untuk melintasi jalan yang di tampilkan oleh layanan Global Positioning System (GPS).

Seperti dikatakan oleh Lilah (32) pemudik dari Jakarta, mengatakan ia terpaksa memutar arah kendaraannya karena GPS mengalami gangguan sinyal.

Dari pos mudik simpang 5 Pendopo, mengatakan banyak pemudik dari pulau Jawa kebanyakan membuka GPS atau pun Google Maps untuk mencari jalur tujuan seperti kota Padang dan Pekanbaru banyak ditunjukan oleh aplikasi tersebut melalui jalan yang lebih singkat, yakni melalui jalan sejumlah perusahaan melalui kota Pendopo Talang ubi.

Inilah yang membuat para pemudik memutar kendaraannya, walau jalan ini lebih singkat untuk sampai di kota Lubuk Linggau, yakni sekitar 3-4 jam dari kota Prabumulih.

Namun, kondisi jalan yang belum memadai dan jaringan sinyal pun masih buruk bahkan ada sebagian titik dengan kondisi jalan yang berlubang-lubang dalam, dan sama sekali tidak ada jaringan sinyal. Serta mengkhawatirkan bagi pemudik akan sesat, ataupun kendaraan mereka terjebak jalan yang berlubang.

"GPS- nya mengarahkan ke sini pak, dan setelah kami masuk sekitar 20 kilometer jalan yang semula coran menjadi jalan bebatuan. Dan lagi kualitas jaringan sinyalnya (GPS) buruk. Maka kami putuskan putar balik saja. Kitakan baru mudik perdana menggunakan kendaraan sendiri, makanya buka GPS." kata Lilah(32) pemudik asal Jakarta dengan tujuan kota Padang, saat rehat sejenak di Pos Kotis Simpang Lima kota Pendopo, Kamis (22/6)

Sabelum pemudik asal Jakarta ini, ternyata sudah banyak pemudik-pemudik lain yang di arahkan aplikasi penunjuk arah tujuan untuk melintasi jalur ini.

Seperti yang dikatakan pimpinan regu piket A, di Pos Kotis Simpang Lima Pendopo/Talang Ubi, Aipda Hendri Jonson, melalui Bripka Junaidi, bahwa dari timnya bertugas di Pos tersebut sudah ada lima kendaraan yang memutar balik kendaraannya karena kondisi jalan yang kurang memungkinkan menurut dari GPS.

"Dinihari tadi ada dua mobil yang hampir berbarengan datang dan bertanya, untuk tujuan Pekan baru dan kota Bangko, selang beberapa lama ada satu kendaraan lagi yang sudah sekitar satu jam masuk jalan batu, dan memutuskan memutar arah lagi. Takut dengan kondisi jalan yang melintasi hutan dan jalan bergelombang." jelasnya

Ia menjelaskan bahwa, untuk para pemudik agar dapat bertanya dan koordinasi pada setiap Pos Kotis yang dijumpai sepanjang jalur mudik.

"Kalau ragu, perlu setiap Pos Kotis selalu bertanya bagaimana kondisi jalur menuju tempat tujuan. Seperti jalur kita inikan banyak sekali persimpangan, namanya juga jalur jalan perusahaan. Bagi yang sudah pernah melintas mungkin tidak akan ragu lagi, yang kita lanjutkan yang belum tahu, takutnya terjadi sesuatu di jalan. Dengan kota jauh, sinyal tidak ada, perdesaan jarang. Itu yang harus kita hindarkan," jelas Hendri.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved